Rumah Moeldoko Jadi Kantor Sementara Demokrat Hasil KLB

Moeldoko menyampaikan pidato perdana saat Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatra Utara, Jumat (5/3/2021). Berdasarkan hasil KLB, Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025. - Antara\\r\\n
11 Maret 2021 14:57 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Kubu Kongres Luar Biasa atau KLB Partai Demokrat Deli Serdang mengadakan konferensi pers di kediaman Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Jalan Terusan Lembang No D54, Menteng, Jakarta Pusat. 

Kediaman Moeldoko itu kini digunakan sebagai kantor DPP Demokrat versi kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang.

Salah satu penggagas KLB Demokrat di Deli Serdang Darmizal menuturkan tempat itu dipilih sementara berhubung keluarga Moeldoko sedang berada di luar kota. Dengan demikian, kegiatan konferensi pers tersebut tidak mengganggu pihak keluarga. 

“Tempat ini adalah kediaman pribadi bapak ketua umum yaitu Moeldoko, kami diberi kesempatan untuk memakai tempat ini, pada hari ini saja karena kebutulan ibu beserta anak-anak sedang berada di luar kota,” kata Darmizal saat membuka konferensi pers, Kamis (11/3/2021). 

Di sisi lain, Darmizal menampik kantor DPP Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY yang terletak di Jalan Proklamai No.41, RT.11/RW.2, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Menurut dia, kantor DPP Partai Demokrat yang sesungguhnya berada di Jalan Pemuda No 72 Rawamangun, Jakarta Timur. 

“Di mana di tempat itulah SBY dihantarkan selama dua periode menjadi presiden RI, tempat itu dipinjamkan oleh bapak Jhonny Allen Marbun yang hari ini menjadi Sekjen Partai Demokrat,” tuturnya.

Seperti diketahui, KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatra Utara belum lama ini telah menetapkan Jenderal Purn Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Langkah Moeldoko itu kemudian ditentang oleh Partai Demokrat kubu Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY yang saat ini dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Versi kubu SBY, KLB Deli Serdang ilegal dan tak etis.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia