Advertisement
Kasus Kematian Covid-19 Jadi Tantangan Terberat Satgas
Tangkapan layar saat Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo berbicara dalam Rakornas Penanggulangan Bencana Covid-19 yang ditayangkan kanal Youtube BNPB Indonesia, Selasa (9/3/2021). - Youtube BNPB Indonesia
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Data angka kasus yang terus bertambah, terutama angka kematian yang berada di atas angka global menjadi tantangan terberat bagi Satgas Penanganan Covid-19 sejak awal pandemi.
Selain itu, menurut Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo, ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan juga tak kalah jadi tantangan bagi kerja penanganan Covid-19 di Tanah Air. "Kami tidak tahu berapa APD yang tersedia saat itu. Sehingga setelah Presiden mengeluarkan Perpres 2020, hampir semua rumah sakit tidak punya APD yang cukup," kata Doni di acara Evaluasi Satu Tahun Penanganan Covid-19 di Indonesia Perspektif Kebijakan dan Implementasi yang digelar secara virtual, Selasa (9/3/2021).
Advertisement
Barulah setelah dilakukan ekspor, APD dan masker lantas didistribusikan kepada tenaga kesehatan di seluruh Indonesia. "Sehingga keluhan-keluhan dari para dokter, tenaga kesehatan yang sudah mulai berguguran meninggal dunia karena tidak memiliki alat perlengkapan yang memadai, akhirnya bisa terpenuhi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) tersebut.
Kemudian seiring berjalannya waktu, Indonesia pun akhirnya bisa memproduksi sendiri APD. Sehingga, kebutuhan alat keamanan untuk para tenaga kesehatan bisa terpenuhi.
Selain itu, dalam perjalanan setahun pandemi Covid-19 di Indonesia, Doni Monardo mengatakan pelajaran terpenting adalah pentingnya pembatasan aktivitas atau mengurangi mobilisasi. Pasalnya, seusai liburan panjang, kasus positif di Indonesia melonjak.
“Kita semua harusnya belajar dari cuti Lebaran, setelah cuti atau libur Lebaran, kasusnya meningkat. Kemudian libur panjang Agustus, habis itu kasus meningkat,” kata Doni.
Begitu pula saat libur pada akhir Oktober, kasus pun meningkat sampai akhirnya libur panjang Natal dan Tahun Baru yang membuat kasus aktif mencapai 176.000 orang. “Angka itu adalah puncak kasus aktif sepanjang setahun terakhir. Padahal, pada Oktober 2020, jumlah kasus aktif hanya 50.000,” kata penyintas Covid-19 itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
TMII Revitalisasi Anjungan DIY, Sultan Dorong Penguatan Promosi
Advertisement
10 Destinasi Terfavorit di Sleman Selama Libur Nataru, Ini Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Libur Nataru, Kunjungan Wisata DIY Tembus 2,2 Juta Orang
- Satpol PP Bongkar Lapak PKL di Atas Saluran Jalan Gajah Raya
- Kemendagri Tekankan Pemulihan Aceh Harus Cepat Jelang Ramadan
- Menko Yusril: Kritik Boleh, Hinaan Bisa Dipidana di KUHP Baru
- DLH Sleman Siap Bangun Transfer Depo PSEL Piyungan 2026
- Pengamat UGM: Ketegangan AS-Venezuela Tak Berdampak ke RI
- Pemkab Bireuen Bangun 1.000 Huntap Korban Banjir dan Longsor
Advertisement
Advertisement



