Zona Kuning Covid-19 Meningkat, Satgas: Daerah Harus Termotivasi

Warga menutup jalan saat simulasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) di RT 05 RW 04, Petamburan, yang merupakan wilayah zona merah Covid-19 di Jakarta, Rabu (3/6/2020). - Antara\\r\\n
03 Maret 2021 11:17 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Perkembangan peta zonasi risiko Covid-19 nasional secara kuantitatif saat ini didominasi zona oranye (sedang) dan kuning (rendah). Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito berpesan agar daerah zona kuning bisa cepat masuk ke zona hijau.

Berdasarkan data per 28 Februari 2021, zona merah (tinggi) ada 11 kabupaten/kota, zona oranye 277 kabupaten/kota, zona kuning 211 kabupaten/kota, zona hijau tidak ada kasus baru ada 11 kabupaten/kota, dan yang tidak terdampak 3 kabupaten/kota.

“Pada perkembangan pekan ini, yang menjadi perhatian ialah peningkatan jumlah zona kuning. Dari sebelumnya 95 kabupaten/kota, meningkat drastis menjadi 211 kabupaten/kota,” kata Wiku pada konferensi pers, Selasa (2/3/2021).

BACA JUGA : Jumlah RT Zona Kuning di Sleman Berkurang Jadi 551 RT

Kondisi ini menurut Wiku, harus terus ditingkatkan lagi dari segi penanganan dan dilakukan secara efektif dan partisipatif.

"Yang perlu diperhatikan ialah jumlah kabupaten/kota di zona oranye perlu segera ditekan, agar dapat berpindah ke zona kuning, mengingat sebagian besar kabupaten/kota berada di zona oranye," ungkapnya.

Untuk itu, Wiku meminta pemerintah daerah menjadikan peningkatan zona kuning sebagai motivasi dalam meningkatkan kualitas penanganan Covid-19 di daerahnya. Terutama, bagi daerah yang masih menghuni zona merah dan oranye agar segera melakukan evaluasi dan pembenahan.

“Untuk mencapai keberhasilan dalam penanganan, dibutuhkan kerjasama seluruh lapisan masyarakat. Sehingga melawan pandemi Covid-19 tidak hanya dilakukan pemerintah sendiri,” tegasnya.

BACA JUGA : Jumlah RT Zona Kuning di Sleman Berkurang Jadi 551 RT

Dengan begitu, diharapkan pada pekan-pekan selanjutnya jumlah kabupaten/kota zona merah bisa berkurang hingga tidak ada sama sekali, dan zona oranye berkurang secara perlahan.

"Karena seyogyanya, keberhasilan suatu daerah mencerminkan keberhasilan seluruh lapisan masyarakatnya, bukan hanya pemerintahnya," tambah Wiku.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia