Advertisement

Vaksin Nusantara Jadi Bahan Gunjingan, Begini Kata Satgas Covid-19

Mutiara Nabila
Selasa, 23 Februari 2021 - 21:17 WIB
Bhekti Suryani
Vaksin Nusantara Jadi Bahan Gunjingan, Begini Kata Satgas Covid-19 Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito - www.covid19.go.id

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Vaksin Nusantara yang dikembangkan oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, ramai dibicarakan. Vaksin ini diklaim telah masuk uji klinis dan diklaim bisa bertahan melindungi lebih lama dibandingkan dengan vaksin lainnya.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito tak menegaskan rencana pemerintah akan segera menggunakan vaksin tersebut. Namun, pada prinsipnya pemerintah terbuka untuk seluruh pengembangan vaksin dalam negeri. 

Advertisement

“Dalam masa pandemi, pemerintah terus mendukung dan mengawal pengembangan vaksin yang tentu harus didasarkan pada ilmu metode ilmiah dan diuji di laboratorium sampai menghasilkan kandidat vaksin yang potensial,” kata Wiku pada konferensi pers, Selasa (23/2/2021). 

Selanjutnya, kandidat vaksin tersebut harus melalui tahapan uji praklinis menggunakan hewan percobaan dan menghasilkan kandidat yang aman dan efektif menimbulkan antibodi di hewan. 

Pada percobaan terakhir, kandidat vaksin tersebut harus memasuki tahapan uji klinis yang dilakukan pada manusia dan melibatkan Badan POM. 

“Seluruh proses pengembangan vaksin harus dipublikasikan sesuai dengan kaidah ilmiah. Pemerintah berharap semua pengembangan vaksin yang ada di Indonesia dapat sejalan dengan prinsip-prinsip ini,” tegasnya. 

Berdasarkan catatan Bisnis, Vaksin Nusantara memang berbeda dari vaksin lainnya karena vaksin ini berbasis sel dendritik. Sel tersebut yang sudah dirangsang di luar, lalu disuntikan ke seseorang. Sel dendritik ini nantinya berfungsi memproduksi antibodi yang siap menetralisir virus yang menginfeksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Relokasi Makam Mbah Celeng Terdampak Tol Jogja-Solo Dipercepat setelah Terima Rekomendasi Kraton

Sleman
| Senin, 27 Mei 2024, 22:37 WIB

Advertisement

alt

Bunga Bangkai Kebun Raya Cibodas Mekar Setinggi 3,4 Meter

Wisata
| Minggu, 26 Mei 2024, 12:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement