Covid-19 Terus Bermutasi, Program Vaksinasi Perlu Tancap Gas

Vaksin virus corona disuntik ke lengan petugas medis, untuk mencegah infeksi Covid-19 - Antara
19 Februari 2021 09:37 WIB Desyinta Nuraini News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah memastikan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 meskipun ada mutasi virus corona.

Juru Bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan langkah tersebut diambil karena belum adanya imbauan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menghentikan vaksinasi yang tengah berjalan.

"Sampai saat ini, kita ketahui WHO belum mengimbau vaksinasi ini harus dihentikan karena pengaruh adanya mutasi yang baru. Kita tetap menggunakan vaksinasi ini," ujarnya dalam diskusi virtual, Kamis (18/2/2021). 

Dia menjelaskan program vaksinasi penting dilakukan sebagai rangkaian untuk benteng pertahanan di masa pandemi ini. "

Daripada terus mendengar ada mutasi baru, vaksin dihentikan, berarti ada 9.000 orang sakit per hari 300 orang meninggal setiap hari. Dalam kondisi ini negara harus ambil tindakan selamatkan masyarakat," tegas Nadia.

Dia menyebut manfaat dari vaksin yang ada saat ini masih jauh lebih besar dan efektif untuk mutasi virus corona itu sendiri. 

Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan aklerasi jangan sampai mutasi terus menerus terjadi dan akhirnya vaksin menjadi tidak efektif, sementara kekebalan belum terjadi baik untuk kekebalan individu maupun kelompok. 

"Ini benefit risk yang harus kita ambil dan kita lakukan," tuturnya.

Sementara itu, Kemenkes RI akan memperkuat surveilans genomik dengan memperkuat kapasitas 12 laboratorium dan juga melakukan kerja sama dengan Kemenristek/BRIN untuk kemudian laboratorium tersebut bisa mencari dan mengurutkan genom dari virus Corona ini dan menambah jumlah sampel untuk melihat sejauh mana mutasi ini terjadi.

Sumber : Bisnis.com