4 Provinsi di Pulau Jawa Ini Berpotensi Banjir Bandang

Warga Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menggunakan rakit sederhana untuk melintasi permukiman mereka. - Antara/Pradita Kurniawan Syah
11 Februari 2021 08:47 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Sebagian besar wilayah Indonesia (96 persen dari 342 Zona Musim) saat ini telah memasuki musim hujan, berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Hal ini juga telah diprediksi sejak Agustus 2020 lalu, bahwa terkait dengan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari - Februari 2021 di sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua.

Baca juga: Dalam Dua Hari, Ada Tiga Titik Longsor di Kota Jogja

Dikutip dari keterangan tertulis BMKG, Kamis (11/2/2021), berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (Impact Based Forecast - IBF) untuk potensi dampak banjir/banjir bandang pada periode tanggal 10 - 11 Februari 2021 dengan status Siaga adalah:

1. Banten

2. Jawa Barat

3. Jawa Tengah

4. Jawa Timur

Sementara itu, berdasarkan analisis terintegrasi dari data BMKG, PUPR dan BIG, perlu diwaspadai daerah yang diprediksi berpotensi banjir kategori menengah pada Dasarian II Februari (sepuluh hari ke-2) pada bulan Februari 2021.

Baca juga: Kota Magelang Berlakukan PPKM Mikro Hingga 22 Februari

Provinsi atau daerah berpotensi banjir yaitu: sebagian kecil Aceh bagian selatan, sebagian kecil Jambi bagian tengah, sebagian kecil Jawa Barat bagian timur, sebagian Jawa Tengah bagian utara, sebagian kecil Jawa Timur bagian timur, sebagian kecil Sulawesi Tengah bagian selatan, Sulawesi Selatan bagian utara, Sulawesi Tenggara bagian utara,sebagian kecil Papua Barat bagian timur dan sebagian kecil Papua bagian utara dan tengah.

Sementara itu, untuk potensi pertumbuhan Awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah udara Indonesia dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen (OCNL / Occasional) periode  8 - 14 Februari 2021 berpotensi di wilayah sebagai berikut:

Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, sebagian Papua Barat, sebagian Papua, perairan barat Bengkulu, Laut Jawa, Samudra Hindia selatan Jawa, Selat Makasar, Laut Banda, Laut Arafuru.

 

Sumber : Bisnis.com