Advertisement

Sebut Buzzer Musuh Pers, Ketum Muhammadiyah: Penyebar Informasi Tanpa Tanggung Jawab

Sirojul Khafid
Selasa, 09 Februari 2021 - 20:17 WIB
Bhekti Suryani
Sebut Buzzer Musuh Pers, Ketum Muhammadiyah: Penyebar Informasi Tanpa Tanggung Jawab Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir - Harian Jogja/Sunartono.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-– Musuh terbesar dunia pers saat ini, khususnya pers online adalah para buzzer atau pendengung. Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, para buzzer menyebarkan informasi tanpa bertanggung jawab terhadap kebangsaan yang cerdas dan berkeadaban mulia.

Saat ini, melawan para buzzer menjadi hal yang penting. “Agar kehidupan berbangsa dan bernegara tidak terbawa pada suasana yang kontroversial, menjurus ke konflik sosial antar sesama anak bangsa,” kata Haedar melalui rilis tertulisnya pada Selasa (9/2/2021).

“Dalam usaha mencerdaskan bangsa, fungsi pers yaitu media cetak, televisi, radio, dan kini media online niscaya menjadi pranata sosial yang mengedukasi elite dan warga bangsa agar menjadi insan yang berpikir jernih, objektif, moderat, cerdas, beretika, dan berdaya kritis,” kata Haedar.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Sebagai penyebar informasi kepada publik, pers bertanggung jawab atas pesan dan informasi yang dikeluarkan. Penting untuk tidak masuk dalam pusaran politik partisan maupun kepentingan lain yang dapat meluruhkan fungsi utama pers.

“Pers Indonesia bersama-sama komponen bangsa dituntut hadir menegakkan kebenaran, keadilan, kedamaian, persatuan, dan kemajuan bagi bangsa dan negara. Seraya menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat meresahkan, memecah persatuan, dan konflik antar komponen bangsa. Fungsi integrasi sosial sangat diharapkan dari pers Indonesia saat ini,” kata Haedar.

Lanjutnya, Haedar berpesan untuk tidak membiarkan dunia kebangsaan dan kenegaraan di tanah air timpang. Fungsi kritis pers yang konstruktif demi masa depan Indonesia yang demokratis dan berkemajuan menjadi penting.

“Pers dituntut proaktif mengakselerasi dinamika kehidupan kebangsaan agar Indonesia menjadi negara maju di era dunia modern abad ke-21,” kata Haedar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Akademisi Jogja Tolak Penggantian Hakim MK Diduga Bermuatan Politis

Sleman
| Kamis, 06 Oktober 2022, 20:47 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement