Profil Blok Natuna D-Alpha Punya Gas 222 TCF, Dikembangkan Hashim Djojohadikusumo
Arsari Group memenangkan lelang Natuna D-Alpha dengan komitmen Rp1,83 triliun. Blok ini memiliki potensi gas hingga 222 TCF.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir/Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA-– Musuh terbesar dunia pers saat ini, khususnya pers online adalah para buzzer atau pendengung. Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, para buzzer menyebarkan informasi tanpa bertanggung jawab terhadap kebangsaan yang cerdas dan berkeadaban mulia.
Saat ini, melawan para buzzer menjadi hal yang penting. “Agar kehidupan berbangsa dan bernegara tidak terbawa pada suasana yang kontroversial, menjurus ke konflik sosial antar sesama anak bangsa,” kata Haedar melalui rilis tertulisnya pada Selasa (9/2/2021).
“Dalam usaha mencerdaskan bangsa, fungsi pers yaitu media cetak, televisi, radio, dan kini media online niscaya menjadi pranata sosial yang mengedukasi elite dan warga bangsa agar menjadi insan yang berpikir jernih, objektif, moderat, cerdas, beretika, dan berdaya kritis,” kata Haedar.
Sebagai penyebar informasi kepada publik, pers bertanggung jawab atas pesan dan informasi yang dikeluarkan. Penting untuk tidak masuk dalam pusaran politik partisan maupun kepentingan lain yang dapat meluruhkan fungsi utama pers.
“Pers Indonesia bersama-sama komponen bangsa dituntut hadir menegakkan kebenaran, keadilan, kedamaian, persatuan, dan kemajuan bagi bangsa dan negara. Seraya menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat meresahkan, memecah persatuan, dan konflik antar komponen bangsa. Fungsi integrasi sosial sangat diharapkan dari pers Indonesia saat ini,” kata Haedar.
Lanjutnya, Haedar berpesan untuk tidak membiarkan dunia kebangsaan dan kenegaraan di tanah air timpang. Fungsi kritis pers yang konstruktif demi masa depan Indonesia yang demokratis dan berkemajuan menjadi penting.
“Pers dituntut proaktif mengakselerasi dinamika kehidupan kebangsaan agar Indonesia menjadi negara maju di era dunia modern abad ke-21,” kata Haedar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arsari Group memenangkan lelang Natuna D-Alpha dengan komitmen Rp1,83 triliun. Blok ini memiliki potensi gas hingga 222 TCF.
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Batu sengaja diletakkan di rel Tulungagung hingga mengganggu dua perjalanan kereta. KAI mengingatkan ancaman pidana maksimal 15 tahun.
Parkir wisata Jogja diusulkan terpusat lewat QRIS untuk mencegah pungli sekaligus memberi kepastian tarif bagi wisatawan.
Nusa Penida menerapkan Smart Microgrid yang mengintegrasikan PLTS, BESS, dan PLTD untuk mengoptimalkan energi terbarukan.
Kredit perbankan tumbuh 13,58% pada Juli 2026, lebih cepat dari DPK 11,21% dan berpotensi menekan biaya dana serta NIM.