Ada Teknologi Tanda Tangan Digital, Kemenkominfo: Bisa Mencegah Tindakan Kejahatan

Ilustrasi tanda tangan digital
06 Februari 2021 09:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meminta kepada para penyedia jasa teknologi tanda tangan digital untuk memastikan aspek keamanan bagi penggunanya.

Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan penyelenggara platform tanda tangan digital harus dapat memastikan keamanan karena menyangkut kepercayaan.

"Kita mendukung hadirnya aplikasi 'Téken Aja!' yang diharapkan mencegah tindak pemalsuan tandatangan yang kerap terjadi," kata Semuel, seperti dikutip dari Antara--jaringan Harianjogja.com, Sabtu (6/2/2021).

Semuel menjelaskan dalam ruang digital, aspek verifikasi harus ditegakkan, tak terkecuali dalam teknologi tanda tangan digital. Hal ini menjadi tugas PT Djelas Tandatangan Bersama (DTB) selaku penyedia platform Téken Aja! untuk memastikan keamanan jasanya.

Baca juga: Gerakan Jateng di Rumah Aja Bakal Berimbas ke Jogja

Semuel mengatakan Téken Aja! yang merupakan platform tanda tangan digital diharapkan bisa menjadi katalis dalam mendigitalkan Indonesia, serta mencegah tindak pemalsuan tanda tangan yang kerap terjadi.

Dengan begitu, Téken Aja! juga akan membantu membangun ekosistem digital yang sehat dan aman, ujarnya.

Platform Téken Aja! yang dalam waktu dekat diperkenalkan kepada publik dan berinduk ke Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Untuk mendapat pengakuan penyelenggara sertifikat elektronik (PSrE) di Kementerian Kominfo tidak mudah karena sebelumnya harus melalui audit keamanan digital yang panjang dan melelahkan," kata CEO PT Djelas Tandatangan Bersama (DTB), Alwin Jabarti Kiemas.

Baca juga: Mulai 6 Januari 2021, Tes dengan GeNose C19 Hanya ada di 2 Stasiun Saja

Keunggulan dari aplikasi ini, selain ramah lingkungan karena menggantikan penggunaan kertas, hemat ruang dan mudah untuk digunakan, serta memiliki teknologi dan pengamanan tingkat tinggi yang dinamakan infrastruktur kunci publik (IKP), kata Alwin.

“Kami yakin Téken Aja! akan membantu banyak sekali industri di Indonesia dalam melakukan bisnis dengan lebih baik lagi, serta mencegah tindak kejahatan," ujar Alwin.

Sumber : Antara