GeNose UGM Punya Saingan, Belanda akan Luncurkan SpiroNose, Tes Napas untuk Covid-19

Spironose
05 Februari 2021 19:27 WIB Mia Chitra Dinisari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA  - Belanda akan memperkenalkan tes napas COVID-19 secara cepat ke situs-situs di seluruh negeri untuk mempercepat proses pengujian dan membuatnya tidak terlalu mengganggu.

Fasilitas pengujian di Amsterdam minggu ini yang pertama mulai menggunakan SpiroNose, mesin yang mengharuskan seseorang untuk menghirupnya untuk menunjukkan kemungkinan infeksi virus corona dalam satu menit.

Setelah berbulan-bulan uji coba, otoritas kesehatan Belanda menemukan SpiroNose dapat diandalkan dalam kasus hasil tes negatif, pakar penyakit menular Mariken van der Lubben dari layanan kesehatan kota Amsterdam.

“Jika Anda diuji secara negatif, maka itu adalah hasil yang sangat andal dan Anda bisa pergi,” kata Van der Lubben dilansir New York Post.

Tes positif perlu diikuti dengan tes polymerase chain reaction (PCR) reguler untuk memastikan apakah infeksi yang terdeteksi disebabkan oleh virus corona.

Layanan kesehatan Belanda telah memesan sekitar 1.800 mesin dengan rencana untuk memperkenalkannya di fasilitas pengujian di seluruh negeri dalam beberapa bulan mendatang.

“Ini adalah teknologi yang menjanjikan, terutama karena kecepatannya, Anda bisa mendapatkan hasil dalam satu menit,” kata ahli virologi Belgia, Marc Van Ranst.

“Itu adalah pengubah permainan, jika Anda dapat membuat diagnosis cepat atau menyingkirkan infeksi dalam satu menit.” Namun dia menambahkan: "Kami belum memiliki hasil yang cukup untuk dengan tegas mengatakan ini adalah masa depan, inilah cara untuk pergi."

Van Ranst mengatakan periode tes yang panjang yang membandingkan tes nafas dengan tes PCR akan diperlukan untuk melihat apakah tes tersebut juga dapat membuat perbedaan antara berbagai jenis virus.

Perusahaan teknologi kesehatan Belanda Breathomix, yang awalnya mengembangkan mesin untuk mendeteksi asma dan kanker paru-paru, mengatakan telah mengumpulkan cukup data untuk secara andal menemukan kemungkinan infeksi virus corona.

“Dalam beberapa bulan terakhir kami telah mengukur ribuan pasien dengan korona dan orang yang tidak memiliki korona, jadi kami tahu bagaimana profil nafas rata-rata korona dan orang-orang tanpa korona,” kata eksekutif Breathomix Rianne de Vries.

Breathomix sedang menyelidiki opsi untuk menggunakan SpiroNose di perusahaan atau sekolah, kata De Vries, untuk membantu mereka menciptakan lingkungan yang aman.

Tetapi mesin tersebut tidak akan menawarkan solusi langsung untuk membuka kembali tempat untuk banyak penonton, katanya, karena setiap tes membutuhkan waktu 2-3 menit dari awal hingga selesai. Mesin juga sensitif terhadap alkohol, asap, dan faktor pengganggu lainnya dalam napas seseorang.

Sumber : Bisnis.com