Ekonomi Indonesia Mengarah Pulih

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - IST
05 Februari 2021 11:37 WIB Media Digital News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Prospek ekonomi Indonesia tahun 2021 akan lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020 yang lalu meski pun pandemi covid-19 masih terjadi.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta menjelaskan menjelaskan faktor penanganan kesehatan yang lebih siap, vaksin yang sudah mulai diberikan, dan kembali bergeraknya konsumsi rumah tangga akan menjadi hal paling membedakan tahun 2021 ini dengan tahun 2020 yang lalu. 

“Selain itu, pemerintah sepanjang tahun 2021 ini tetap menyediakan Anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang jumlahnya cukup besar. Angkanya direncanankan sebesar Rp619,83 triliun atau sekitar 3,5% dari PDB nasional,” katanya dalam rilis yang diterima Jumat (5/2/2021).

BACA JUGA : Pertumbuhan Ekonomi di DIY 2019 Melesat Melampaui

Itu artinya, pemerintah terus mendorong agar ekonomi kita pulih dalam waktu yang cepat baik dari sisi supply maupun demand.

BPS pada Jumat (5/2) menyebutkan ekonomi Indonesia kuartal IV 2020 terkontraksi -2,19 (yoy),  hal tersebut sudah sesuai dengan yang diperkirakan dan menunjukkan perbaikan dibandingkan kuartal III 2020 (yoy) - 3,49% dan kuartal II 2020 (yoy) -5,32%.

Kontraksi itu adalah dampak pandemi yang begitu besar menghantam perekonomian domestik dari sisi konsumsi dan investasi. “Pandemi juga menggoyahkan perekonomian global yang berimbas pada turunnya kegiatan perdagangan internasional,” katanya.

Dampak pandemi juga terasa di kuartal IV 2020, ketika agenda tahunan seperti Natal dan Tahun Baru tidak cukup kuat menggerakan ekonomi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Namun, jika pertumbuhan ekonomi RI dibandingkan dengan negara-negara mitra dagang utama Singapura (-5,8%), Amerika Serikat (-3,5%), Uni Eropa -6,4%, kondisi ekonomi Indonesia relatif lebih baik.

“BPS juga merilis bahwa sepanjang tahun 2020 yang lalu, ekonomi RI tercatat terkontraksi - 2,07% yoy), tetapi pertumbuhan pengeluaran konsumsi pemerintah masih tumbuh 1,94%,” ujarnya. 

BACA JUGA : Pertumbuhan Ekonomi DIY Membaik, BI Sebut Ini Kuncinya

Ia menambahkan jika kita dapat tetap menjaga disiplin protokol kesehatan dan mendorong tingkat konsumsi masyarakat pada tahun 2021 ini maka ekonomi dapat tumbuh positif dan sesuai yang direncanakan.

Untuk itu program padat karya dan program lain yang dapat membuka lapangan kerja menjadi sangat penting untuk meningkatkan daya beli masyarakat disamping program perlindungan sosial yang juga akan tetap dilakukan pemerintah.

“Sektor investasi juga dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional, mengingat dalam waktu yang tidak terlalu lama aturan turunan dari UU Cipta Kerja akan segera disahkan sehingga hal ini diharapkan akan mendorong investasi secara signifikan dan menciptakan lapangan kerja baru,” katanya.