Adaptif terhadap Perubahan, Perayaan Dies Natalis ke-IX STAI Sunan Pandanaran Sukses Dilaksanakan secara Virtual

Dies Natalis IX STAI Sunan Pandanaran. - Istimewa
04 Februari 2021 14:52 WIB Media Digital News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dalam rangka memperingati Dies Natalis IX STAI Sunan Pandanaran, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAISPA menyelenggarakan serangkaian acara secara virtual sejak Minggu (24/1/2021) hingga Rabu (27/1/2021). Acara kali ini mengangkat tema “Membangun Etos Santri Menjawab Tantangan Teknologi”. Berbagai rangkaian acara mulai dari seminar nasional, temu alumni, workshop, dan malam tasyakuran diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting dan You Tube.

Tidak berhenti di situ, untuk memeriahkan acara Dies Natalis juga diselenggarakan lomba berskala nasional dengan tiga cabang lomba meliputi lomba esai, news presenter, dan musikalisasi puisi. Selain itu juga terdapat lomba twibbon untuk kalangan internal kampus. Kegiatan lomba tersebut dibuka sejak tanggal 9 Januari dan diumumkan pada malam tasyakuran pada Rabu (27/1).

Perayaan Dies Natalis ke-IX dimulai dengan seminar nasional pada Minggu (24/01). Acara tersebut diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan dimulainya rangkaian acara Dies Natalis oleh KH. Imaduddin Sukamta selaku ketua STAI Sunan Pandanaran. Seminar tersebut menghadirkan keynote speaker, Dr. Waryono, M.Ag selaku Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI dan dua pembicara Savic Ali selaku Founder Islamic.co dan Direktur NU Online, KH. Jazilus Sakhok selaku Wakil Ketua Bidang Akademik, Administrasi dan Kemahasiswaan STAISPA serta para panitia, dosen STAISPA dan peserta seminar mahasiswa nasional yang hadir dalam jaringan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Dewan Ekesekutif Mahasiswa (DEMA) STAISPA pertama kalinya menggelar acara peringatan Dies Natalis secara online sebagai alternatif di masa pandemi yang meliburkan seluruh institusi pendidikan.

“Tujuan panitia mengangkat tema “Membangun Etos Santri Menjawab Tantangan Teknologi” agar senantiasa membangun semangat mahasiswa di era disrupsi teknologi di mana setiap kegiatan beranjak dari space ke screen” ucap Dea Rizki selaku Ketua acara Dies Natalis STAISPA IX dalam sambutannya.

Kemudian sambutan dari Junaidin Shoffarudin selaku ketua DEMA STAISPA mengatakan “Alhamdullilah, STAISPA genap berusia sembilan tahun, kita harus berusaha dan bekerja lebih keras supaya STAISPA dapat lebih baik lagi  dalam membangun misi Khodimul Ilmi Khodimul Ummah” “Di era modern ini santri harus bisa menguasai teknologi. STAISPA di umur yang ke sembilan tahun, masih terbilang usia dini, tetapi sudah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ini yang harus dipertahankan dan selalu ditingkatkan dengan terus belajar” Jelas dalam sambutan sekaligus pembukaan acara Dies Natalis oleh KH. Imaduddin Sukamta selaku Ketua STAI Sunan Pandanaran.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi Keynote Speaker oleh Dr. Waryono, M.Ag selaku Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI. Beliau mengatakan santri dan pondok pesantren harus bisa bersaing secara global, dengan menguasai bidang teknologi yang sering disebut sebagai “Internet of Things”. Pemanfaatannya seperti membangun Marketplace, memperluas jaringan media, menyatukan para alumni, membangun platform digital santri sehingga bisa bersaing di era disrupsi teknologi.

Savic Ali menambahkan, “Tantangan di era modern ini bukan hanya untuk kalangan santri tetapi juga umat Islam, selama ini kita bukan produsen melainkan hanya menjadi konsumen   dari kemajuan teknologi barat yang lebih maju dari kita. Perkembangan kita terhambat karena berada di lingkungan yang menggap urusan duniawi itu nomor sekian dan tidak terlalu penting untuk kita pelajari. Cara pandang inilah yang harus kita ubah karena duniawi sangat penting untuk kita pelajari” jelasnya.

Jazilus Sakhok mengatakan memang tantangan santri semakin berat, tantangan yang lambat kita respon di kalangan santri, karena terbentur dengan adat, budaya dan kebiasaan pesantren, kita harus menjadi santri yang cepat merespon perubahan zaman. Keterbukaan dalam merespon perubahan zaman, mempelajari ilmu dan memperluas jaringan itu sangat penting. “Orang yang sukses itu ia yang mampu mendobrak keterbatasan yang ada dalam dirinya,” ucapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan acara Temu Alumni dengan mengangkat tema “Manunggaling Roso Memayu Hayuning Keluargo” pada Minggu (24/01) 19:30 WIB.

Temu alumni yang menjadi agenda rutin setiap tahun, kali ini diselenggarakan secara online dan dihadiri sekitar 50 orang dari lulusan 2012 hingga 2016. Terdapat beberapa rangkaian acara meliputi  pembukaan, acara inti, mengenang foto dan video masa–masa kuliah di STAISPA, serta jejak pendapat para alumni.

KH Jazilus Sakhok, selaku ketua wakil I bidang kemahasiswaan mengatakan “Salah satu alumni harus ada yang bisa berinisiatif untuk membuat wadah dan organisasi alumni karena alumni STAISPA sudah semakin banyak. Pertemuan malam ini bisa menjadi kesempatan kita untuk mengaktualisasikan gagasan untuk membuat wadah bagi para alumni. Organisasi alumni ini penting supaya kita punya database, baik tentang aktivitas yang dilakukan, peran di masyarakat, maupun siapa yang sudah bekerja dan melanjutkan kuliah”. Jelasnya.

“Makna penuh kearifan lokal manunggaling roso memayu hayuning keluargo, yang dimaknai sebagai upaya memberikan keselamatan dan memelihara keluarga. Alumni STAISPA diperkirakan telah mencapai angka 200-an. Momen ini semoga bisa menyatukan rasa kita untuk mengintegrasikan kawan-kawan alumni. Idealnya harus selalu bersinergi, berkontribusi, saling membantu, dari pihak STAISPA siap memfasilitasi" ujar Muharis selaku kepala bidang administrasi.

“Para alumni baik itu yang sudah lama dan masih baru harus bisa bersinergi untuk bertukar ide, membuat wadah organisasi supaya kita bisa terintegrasi” ujar Anwar selaku alumni.

“Semua alumni tidak hanya sekedar bertemu dan menyambung silaturahmi saja, meskipun itu penting, setidaknya ada yang harus dikembangkan seperti jejaring saling membantu untuk sukses dalam berkarir” ujar Nadif selaku panitia acara.

Masih dalam rangkaian acara Dies Natalis, dilanjutkan workshop dengan tema "Konten Media Kreatif" pada Senin (25/01). Kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif, yakni Bapak Muhammadun, M.Si selaku Pimpinan Redaksi Majalah Bangkit, Agus Mulyadi, Redaktur Mojok.co, dan Amrin Hakim selaku pakar IT dan bigdata analytic serta manager di LPTI Pelataran Mataraman Yogyakarta. Hadir pula Dr. KH. Hilmy Muhammad,  M.A selaku anggota DPD RI wilayah DIY yang turut memberi sambutan dalam workshop tersebut.

"Sebagai seorang santri, hadirkan konten-konten dakwah dari ilmu yang didapatkan dari pesantren" Ungkap Gus Hilmy dalam sambutannya.

Bapak Muhammadun dengan mengusung materi "Menjadi Kreatif itu Gampang" menyampaikan bahwa konten media tergantung pemilik media. Beliau juga menyatakan bahwa konten kreatif itu berbasis keahlian.

"Hadirnya konten yang unik, khas, dan spesifik akan sering diakses oleh masyarakat" pungkasnya.

Sesi selanjutnya dilanjutkan oleh Bapak Agus Mulyadi yang membawakan materi "Membuat Konten Kreatif Media Sosial". Rumus konten menarik menurut Beliau adalah dengan menerapkan konsep 4SI, yakni memuat informasi, emosi, interaksi, dan relevansi. Dan yang tidak kalah penting dalam membuat konten adalah konsistensi. "Lebih baik sehari satu konten namun terus berlanjut sampai satu bulan daripada sehari tiga puluh konten namun setelahnya berhenti" tutur Beliau.

Materi terakhir diisi oleh Bapak Amrin Hakim yang diwakilkan oleh Bapak Rokhim. Beliau yang membawakan materi tentang peta pertarungan konten digital menyampaikan bahwa berbagai informasi sekarang mudah beredar di media sosial, baik itu memang benar-benar ada atau hanya sekadar mengada-ada. Oleh sebab itu, sebagai mahasiswa harus dapat mengisi media sosial dengan konten-konten yang bermanfaat bagi masyarakat.

Perayaan Dies Natalis ke-IX STAI Sunan Pandanaran diakhiri dengan acara malam tasyakuran pada Rabu (27/01). Kegiatan berlangsung sehabis 'Isya yang diisi dengan pembacaan tahlil, sambutan-sambutan, pembacaan doa dan ditutup dengan pengumuman pemenang lomba yang telah diselenggarakan sebelumnya. Bapak Dr. KH. Imadudin Sukamta, M.A dalam sambutannya menerangkan bahwa serangkaian lomba yang telah dilaksanakan bukan sebagai ajang gagah-gagahan namun untuk meningkatkan semangat dan kreativitas mahasiswa.

"Jangan jadikan lomba ini sebagai ajang bergagah-gagahan namun anggaplah sebagai wujud fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan guna meningkatkan semangat dan kreativitas mahasiswa" tutur Beliau. Di penghujung acara panitia menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan. Juga tidak lupa kepada pihak eksternal seperti  DPD DIY, Bangkitmedia, langgar.co, dan Harian Jogja yang turut berkontribusi dalam memeriahkan Dies Natalis ke-IX STAI Sunan Pandanaran, Yogyakarta. (ADV)

Sumber : Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAISPA