PPKM Tidak Efektif, Lockdown Weekend di DKI Akan Dikaji

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat disambangi awak media di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/2/2021). - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi
03 Februari 2021 01:37 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan tetap mengkaji kemungkinan penerapan kebijakan karantina atau lockdown pada akhir pekan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Ibu Kota.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/2/2021).

“Itu usulan dari teman-teman di DPR RI. Usulan ini mengacu pada apa yang dilakukan oleh Turki. Di Turki ada lockdown weekend Sabtu - Minggu, silakan saja itu kami serahkan kepada teman-teman DPR yang mungkin sudah disampaikan ke Kemenkes, BNPB, pemerintah pusat,” kata Ariza.

Pada prinsipnya, Ariza menggarisbawahi, pihaknya bakal tetap mengkaji usulan dari setiap pihak untuk menekan laju pertumbuhan kasus konfirmasi Covid-19 di DKI Jakarta yang relatif tinggi setelah libur akhir tahun lalu.

“Program-program usulan dari siapa pun termasuk teman-teman DPR RI akan dipertimbangkan dengan baik, pemerintah pusat memiliki para pakar, para ahli yang akan terus membuat kajian, analisa apakah memungkinkan lockdown akhir pekan, Sabtu - Minggu,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak efektif karena kasus Covid-19 di Tanah Air masih terus meningkat.

“[PPKM] ini tidak efektif, kita harus ngomong apa adanya. Mobilitas masih tinggi, sehingga di beberapa provinsi Covid-nya tetap naik," kata Jokowi seperti dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (31/1/2021).

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan esensi dari kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat yang diberlakukan di tengah pandemi saat ini ialah mengurangi atau bahkan mencegah terjadinya mobilitas masyarakat untuk menekan laju penularan Covid-19.

"Esensi dari PPKM ini kan membatasi mobilitas, tetapi yang saya lihat di implementasinya ini kita tidak tegas dan tidak konsisten,” ujarnya.

Sumber : Bisnis.com