Studi: Dari 98 Negara, Indonesia Nomor 85 dalam Menangani Pandemi

Foto aerial suasana malam hari di Rumah Sakit Darurat (RSD) Penanganan Covid-19 Kompleks Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, Selasa (22/12/2020). ANTARA FOTO - Galih Pradipta
28 Januari 2021 11:07 WIB Mia Chitra Dinisari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Berdasarkan indeks kinerja Covid-19 yang dirilis oleh Lowy Institute, Indonesia disebut berkinerja buruk dalam menangani pandemi corona.

Berdasarkan laporan penelitian yang dirilis diwebsite Lowy Institute Org, Indonesia tercatat di peringkat ke 85 dalam penanganan pandemi dari 98 negara secara keseluruhan.

Peringkat ini mencatatkan Indonesia sebagai negara Asia terburuk ke-2 setelah India.

Dengan jumlah kasus resmi dan angka kematian tertinggi di Asia Tenggara, serta salah satu tingkat pengujian terendah di dunia, kinerja Indonesia berada jauh di belakang negara-negara tetangga.

Meskipun Indonesia terlihat tidak terlalu buruk jika dibandingkan dengan negara berkembang dan besar lainnya, tapi penelitian itu menyebutkan bahwa negara-negara besar cenderung sulit menangani karena sebagian besar tidak dapat menutup perbatasan semudah negara kecil.

Baca juga: Corona di Indonesia Tembus Sejuta, Menkes Sebut Akibat Libur Akhir Tahun

Director, SE Asia Program Lowy Institute Benjamin Bland mengatakan pemerintah Indonesia terus menegaskan, kinerjanya tidak terlalu buruk mengingat populasi mereka besar, namun jumlah kasus dan kematian tidak terlalu buruk.

Hingga saat ini, total kasus yang dikonfirmasi 1 juta orang lebih. 

"Tapi, tingkat pengujian di Indonesia, dan salah satu yang terendah di dunia, dan rasio kasus positif yang tinggi. Langkah-langkah ini menunjukkan wabah di luar kendali & data resmi tidak menunjukkan gambaran lengkap," tegasnya di akun twitternya.

Penelitian itu dilakukan berdasarkan kinerja rata-rata dari waktu ke waktu dari 98 negara mengelola Covid-19 dalam 36 minggu setelah kasus virus yang keseratus yang dikonfirmasi.

Secara total, 98 negara dievaluasi, berdasarkan ketersediaan data dari enam indikator yang digunakan untuk menyusun Indeks ini. 

Penelitian ini menggunakan data yang tersedia hingga 9 Januari 2021. Berikut 6 indikator yang menjadi perhitungan :

- Kasus terkonfirmasi
- Kematian yang dikonfirmasi
- Kasus yang dikonfirmasi per juta orang
- Kematian yang dikonfirmasi per juta orang
- Kasus yang dikonfirmasi sebagai bagian dari tes
- Tes per seribu orang

Rata-rata di seluruh indikator tersebut kemudian dihitung untuk masing-masing negara di setiap periode dan dinormalisasi untuk menghasilkan skor dari 0 (kinerja terburuk) hingga 100 (kinerja terbaik). Secara kolektif, indikator-indikator ini menunjukkan seberapa baik atau buruk negara-negara telah menangani pandemi dalam 36 minggu setelah kasus COVID-19 keseratus yang dikonfirmasi.

Baca juga: Donor Plasma Konvalesen, Sandiaga: Ada Sensasi Dingin

Dari hasil penelitian, Selandia Baru berada di peringkat pertama dengan rata-rata nilai 94,4, kedua Vietnam 90,8,  Taiwan 86,4, Thailand 84,2, Cyprus 93,3.

Sedangkan negara berkinerja terburuk yakni Brasil di peringkat 98 dengan nilai rata-rata 4,3, Meksiko 6,5, Kolombia 7,7, Iran 13,9, dan AS 17,5. Indonesia sendiri berada di urutan ke 85 dengan nilai rata-rata 24,7. 

Sumber : bisnis.com