Advertisement
TNI AU Kerahkan H225M Cari Pesawat ATR IAT Hilang Kontak
Helikopter taktis H225M Caracal.ist - bisnis.com
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan helikopter taktis H225M Caracal untuk membantu pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
H225M Caracal merupakan helikopter angkut taktis serbaguna buatan Airbus Helicopters, sebelumnya dikenal sebagai Eurocopter EC725. Helikopter bermesin ganda Turbomeca Makila 2A1 ini dirancang untuk misi transportasi pasukan, pencarian dan penyelamatan (SAR), evakuasi medis, hingga operasi khusus. TNI AU mengoperasikan helikopter ini sebagai salah satu armada andalan untuk operasi taktis dan SAR jarak menengah.
Advertisement
Caracal memiliki kapasitas 28–29 personel plus dua awak, panjang 19,5 meter, rotor utama 16,2 meter, kecepatan maksimal 324 km/jam, serta jarak tempuh mencapai 857–920 km. Helikopter ini dapat terbang hingga ketinggian 6.095 meter dengan berat lepas landas maksimal 11.200 kg.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, menyampaikan bahwa pesawat ATR 400 tersebut tengah melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar dengan membawa tujuh kru dan tiga penumpang.
BACA JUGA
“Berdasarkan informasi awal, pesawat ATR 400 hilang komunikasi di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan,” ujar Marsma TNI I Nyoman dikutip dari Antara.
Titik koordinat terakhir pesawat berada di posisi 04°57’08” LS – 119°42’54” BT.
Menindaklanjuti laporan itu, helikopter H225M Caracal dengan Pilot in Command Kapten Penerbang Rahman lepas landas dari Lanud Sultan Hasanuddin menuju sektor pencarian. Selain unsur udara, TNI AU juga mengerahkan 82 personel dari Yon Parako 473 Korpasgat, Arhanud Korpasgat, Lanud Sultan Hasanuddin, serta satu unit Vehicle Control Post (VCP) sebagai penguatan tim gabungan.
Dari pihak Kementerian Perhubungan, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menjelaskan bahwa pesawat dengan registrasi PK-THT itu dioperasikan oleh IAT, pemegang AOC 034.
“Pesawat ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto [JOG] menuju Makassar Sultan Hasanuddin [UPG], dengan pilot in command Capt. Andy Dahananto,” kata Lukman dalam keterangan tertulis.
Menurut kronologi awal, pada pukul 04.23 UTC pesawat diarahkan Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin. Namun, pesawat terdeteksi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga ATC memberikan instruksi koreksi.
ATC kemudian menyampaikan sejumlah arahan lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur. Komunikasi dengan pesawat terputus setelah instruksi terakhir tersebut.
“Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku,” ujar Lukman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Minggu 18 Januari 2026, Tarif Rp8.000
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- PSG Tekuk Lille 3-0, Dembele Borong Dua Gol
- Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Tolitoli, BMKG Pastikan Aman
- Ini Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Sabtu 17 Januari
- BPBD Tangani Dampak Puting Beliung di Kotayasa Banyumas
- Jadwal DAMRI Bandara YIA-Jogja Sabtu 17 Januari, Tarif Rp80.000
- Jadwal SIM Keliling Jogja Sabtu 17 Januari 2026
- Harga Emas Sabtu 17 Januari, Galeri24 dan UBS Menguat
Advertisement
Advertisement



