Laporan Beberapa Kasus Positif Usai Disuntik Vaksin Mulai Bermunculan

Giovanni Di Perri, dokter spesialis di Italia yang juga Direktur Departemen Penyakit Menular Savoia Hospital, disuntik vaksin Covid-19, pada Minggu (27/12/020) di Turin, Italia. - Antara/Reuters
27 Januari 2021 13:37 WIB Novita Sari Simamora News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Beberapa laporan bermunculan bahwa orang-orang yang mendapatkan suntikan vaksin virus corona dosis pertama terinfeksi Covid-19. Mengutip dari Times of India, Rabu (27/1/2021), agar vaksin virus corona bekerja dengan baik, maka syarat administrasi dan pencegahan melalui penetapan protokol kesehatan yang tepat harus diikuti.

Selain itu, orang yang sudah mendapatkan vaksin virus corona dosis pertama harus juga mendapatkan dosis kedua sesuai dengan jadwal yang telah diamanatkan.

BACA JUGA : 44.000 Dosis Vaksin Covid-19 Tahap Kedua Tiba di DIY 

"Imunitas dari virus corona hanya berkembang setelah semua dosis diberikan. Jika seseorang tidak mendapatkan kedua dosis vaksin tersebut, dia pasti memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular infeksi Covid-19," seperti dikutip dari Times of India.

Mengutip dari Sheknows, bahwa vaksin virus corona tidak akan langsung menjadi peluru untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Usai mendapatkan vaksin, maka setiap orang tidak boleh lalai untuk menerapkan 3M.

Adapun afiliasi ABC di San Diego melaporkan bahwa perawat di ruang unit gawat darurat (UGD) dinyatakan positif virus corona setelah 6 hari menerima vaksin Pfizer. Berdasarkan dokumen Food and Drug Administration (FDA), vaksin Covid-19 Pfizer membutuhkan waktu sekitar 10 dan 14 hari untuk memberikan perlindungan usai mendapatkan dosis kedua.

BACA JUGA : Besok, 10.764 Dosis Vaksin Sinovac Dijadwalkan Tiba

Vaksin virus corona bisa mengurangi risiko sakit parah akibat Covid-19 dan mencapai tingkat kemanjuran 95 persen setelah dosis kedua. Jadi pada rentang waktu antara dosis pertama dan kedua, maka setiap orang harus berhati-hati.

Selain itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencatat bahwa, meskipun berbagai vaksin sedang dikembangkan, tujuannya masing-masing adalah untuk menambah sistem kekebalan dalam mengenali dan melawan virus yang menyebabkan Covid-19. Terkadang proses ini bisa menimbulkan gejala, seperti demam.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia