Advertisement
Atasi Dampak Perubahan Iklim Global, Presiden Jokowi Serukan Langkah Luar Biasa
Presiden Jokowi seusai berolahraga di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (13/12/2020). - ANTARA/Biro Pers Setpres
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Guna mengendalikan dan mengatasi dampak perubahan iklim dalam konferensi tingkat tinggi mengenai adaptasi iklim, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyerukan langkah-langkah luar biasa di tataran global.
"Dampak iklim sangat nyata di hadapan kita. Apalagi untuk negara-negara kepulauan seperti Indonesia," kata Presiden sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta, Selasa.
Advertisement
Dalam konferensi tingkat tinggi Climate Adaptation Summit (CAS) 2021 yang diselenggarakan secara virtual, Presiden mengemukakan bahwa perubahan siklus iklim mengharuskan para petani dan nelayan di Indonesia beradaptasi supaya bisa mempertahankan diri.
Peningkatan muka air laut juga telah memaksa penduduk pesisir dan pulau-pulau kecil berjuang untuk dapat bertahan.
Sementara itu, pandemi COVID-19 yang melanda setidaknya 215 negara di dunia termasuk Indonesia membuat tantangan untuk mengatasi dampak perubahan iklim menjadi semakin kompleks dan berat.
"Untuk itu, kita harus mengambil langkah luar biasa," kata Presiden Jokowi.
Menurut dia, langkah luar biasa pertama yang harus dilakukan ialah memastikan semua negara memenuhi kontribusi nasional bagi penanganan perubahan iklim (Nationally Determined Contribution/NDC).
"Indonesia telah memutakhirkan NDC untuk meningkatkan ketahanan dan kapasitas adaptasi," katanya.
Selanjutnya, Presiden mengatakan, seluruh potensi masyarakat harus dapat digerakkan untuk secara bersama-sama menumbuhkan kesadaran dalam mengendalikan perubahan iklim dan menanggulangi dampak perubahan iklim.
"Indonesia melibatkan masyarakat untuk mengendalikan perubahan iklim melalui program Kampung Iklim yang mencakup 20 ribu desa di tahun 2024," katanya.
Langkah luar biasa berikutnya, menurut Presiden, adalah penguatan kemitraan global, termasuk kerja sama peningkatan kapasitas dalam menghadapi perubahan iklim bagi negara-negara di kawasan Pasifik.
"Tentunya negara maju harus memenuhi komitmennya," katanya.
Presiden mengemukakan bahwa langkah luar biasa yang keempat adalah melanjutkan pembangunan berkonsep hijau untuk dunia yang lebih baik.
Peningkatan Aksi
Presiden berharap konferensi tingkat tinggi CAS 2021 dapat berdampak pada peningkatan aksi melalui solidaritas, kolaborasi, dan kepemimpinan kolektif global dalam upaya pengendalian dan penanggulangan dampak perubahan iklim.
Konferensi tingkat tinggi CAS merupakan bagian dari upaya untuk mempercepat dan meningkatkan upaya global dalam melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Dalam konferensi yang tahun ini dilaksanakan via daring, Belanda bertindak menjadi tuan rumah.
Konferensi itu dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Co-Chair Global Commission on Adaptation Ban Ki-moon, pemimpin institusi perekonomian dan pembangunan internasional, serta kepala negara atau kepala pemerintahan dari 22 negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Layanan Satpas SIM DIY Kembali Beroperasi Pascalibur Lebaran 2026
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Pesan Rossi Bikin Bezzecchi Juara MotoGP Brasil 2026
- Prakiraan Cuaca Jogja Hari Ini, Arus Balik Relatif Aman
- Cek Jam Berangkat Prameks Hari Ini, Rute Jogja-Purworejo
- Cek Jadwal Kereta Bandara YIA dari Stasiun Tugu Hari Ini
- Perpanjang SIM Lebih Mudah, Ini Jadwal SIM Keliling Polda DIY
- Cek Rute Trans Jogja dan Tarif Nontunai Terbaru 2026
- SIM Keliling Bantul 25 Maret 2026, Cek Biaya dan Layanan
Advertisement
Advertisement







