Advertisement
Begini Efektivitas Vaksin Covid-19 untuk Penderita Obesitas
Vaksin virus corona tidak bekerja efektif pada penderita obesitas atau gemuk - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Orang-orang yang memiliki obesitas memiliki kerentanan terhadap vaksin virus corona (Covid-19). Peneliti juga mengungkapkan bahwa obesitas menjadi faktor risiko terbesar Covid-19 untuk menghalangi keampuhan dan efektivitas vaksin.
Mengutip dari Times of India, Sabtu (23/1/2021), laporan terbaru yang diterbitkan di Nature, orang gemuk memiliki respons yang sedikit lebih lambat pada tubuh sehingga, membuat vaksin virus corona kurang efektif untuk mereka.
Advertisement
BACA JUGA : 26.800 Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Jogja
Untuk kelompok berisiko tinggi yang sudah rentan terhadap virus corona yang parah, perkembangan tersebut hanya memicu lebih banyak kekhawatiran.
Apakah obesitas merusak kekebalan Anda?
Kemampuan kerja vaksin virus corona (Covid-19) sangat tergantung pada seberapa sehat sistem kekebalan Anda. Obesitas, sebagai masalah medis dapat mempengaruhi kekebalan dan fungsinya.
Dalam kondisi seperti obesitas yang tidak wajar, peradangan akut dapat menyebabkan respons imun yang tertunda atau menurun. Selain itu, obesitas juga dikaitkan dengan beberapa penyakit dan risiko kesehatan lain yang dapat mengganggu kekebalan tubuh.
Mengapa obesitas sangat mengkhawatirkan?
Obesitas telah berubah menjadi epidemi gaya hidup global yang menjadi masalah utama kesehatan. Obesitas dapat disebabkan oleh gaya hidup yang tidak aktif dan tidak aktif, masalah hormonal, obat-obatan, pola makan yang buruk, genetika, yang dipicu oleh penyakit atau beberapa faktor psikologis.
BACA JUGA : Sudah Disuntik Vaksin Bupati Sleman Tetap Terinfeksi
Menurut statistik WHO dan Obesitas Dunia, masalah kesehatan masyarakat terus meningkat, dengan lebih dari 2 juta orang kelebihan berat badan dan, atau obesitas (terhitung sekitar 13 persen dari populasi dunia).
Obesitas dapat menyebabkan peradangan ringan pada tubuh
Penelitian juga menemukan bahwa orang gemuk mungkin juga memiliki tingkat protein pengatur kekebalan yang lebih tinggi dari biasanya di dalam tubuh, juga dikenal sebagai sitokin, yang, dalam beberapa kasus dapat memaksa sistem kekebalan untuk salah menafsirkan sinyal dan merusak sel dan jaringan yang sehat.
Selain itu, penderita obesitas juga lebih tinggi mengalami penyakit parah hingga meninggal karena virus corona, berapa pun usianya. Dari tantangan seperti intubasi yang sulit (dukungan ventilator), kapasitas paru-paru yang berkurang, resistensi insulin dan keberadaan reseptor ACE2 yang tinggi juga meningkatkan risiko.
Banyak vaksin tidak bekerja dengan baik pada orang gemuk
Mungkin yang mengkhawatirkan para dokter dan ahli epidemiologi adalah bahwa ini bukan pertama kalinya vaksin tidak berfungsi maksimal bagi orang gemuk. Selain virus corona, ada vaksin untuk beberapa kondisi lain yang tidak bekerja dengan baik bagi penderita obesitas, termasuk influenza, rabies, hepatitis-B.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
- Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap Pasukan AS
Advertisement
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Jogja Solo, Selasa 6 Januari 2026
- Jadwal SIM Keliling Gunungkidul, Selasa 6 Januari 2026
- Aturan Baru Visa AS 2026, 13 Negara Wajib Jaminan Rp235 Juta
- Apple Fokus AI di iOS 27, iPhone Lipat Disiapkan 2027
- Ujian Berat Jafar/Felisha di Hari Pembuka Malaysia Open 2026
- Top Ten News Harianjogja.com pada Selasa 6 Januari 2026
- RAB Lumbung Mataraman Wukirsari Disoal, Ini Penjelasan Lurah
Advertisement
Advertisement




