Pengamat: Berkaca dari Kristen Gray, Wisman Harus Berhati-hati

Kasus Kristen Gray bisa menjadi pelajaran bagi wisatawan untuk lebih berhati-hati. - i
21 Januari 2021 00:37 WIB Yudi Supriyanto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Kasus yang terjadi pada Kristen Gray, menurut seorang pengamat dapat menjadi pelajaran bagi wisatawan mancanegara untuk lebih berhati-hati ketika berada di suatu tempat wisata.

Langkah deportasi yang dilakukan oleh imigrasi terhadap wisatawan mancanegara tidak akan berpengaruh terhadap wisatawan asing yang datang ke Bali.

Chusmeru, Akademisi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, menilai daya pikat dan pesona Bali yang terletak pada keaslian adat dan budaya selain alam dan pantainya akan membuat wisatawan mancanegara datang ke Pulau Dewata.

Baca juga: Komplotan Curat Spesialis Pecah Kaca Mobil Ini Hanya Butuh 2 Menit saat Beraksi

"Justru kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi wisman untuk lebih berhati-hati ketika berada di satu destinasi, khususnya Bali yang sangat menjunjung tinggi adat dan budayanya," katanya, Rabu (20/1/2021).

Dia menilai ajakan untuk berwisata datang ke Bali sebenarnya bukan masalah.

Namun jika ajakan eksodus untuk menetap dan mencari penghasilan di Bali, maka tentu akan menimbulkan permasalahan ekonomis dan sosial budaya yang sangat sensitif.

Pada saat ini, dia menuturkan banyak profesional yang nomaden yang bekerja dari satu destinasi wisata seperti desainer, arsitek, artis, jurnalis, lawyer, dan sebagainya.

Para profesional itu, lanjutnya bekerja sambil berwisata atau berwisata sambil bekerja. Mereka bekerja dari suatu destinasi seperti Bali lantaran biaya hidup murah dan kenyamanan untuk tinggal.

Baca juga: Listyo Sigit Jadi kapolri karena Orang dekat Jokowi? Begini Klaim Istana

"Sebaiknya pemerintah sebelum mendeportasi Kristen perlu menanyakan dulu motif cuitan tersebut," katanya.

Selain itu, dia menilai cuitannya tentang LGBT adalah cuitan yang cukup sensitif bagi masyarakat di dalam negeri.

Sumber : bisnis.com