Gantikan KA Prameks, Kereta Listrik Jogja-Solo Perluas Layanan hingga 11 Stasiun

Kereta Api Prameks melintas di perlintasan kereta api Purwosari, Solo, Senin (20/4 - 2020). BISNIS.COM
20 Januari 2021 05:37 WIB Anitana Widya Puspa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - KRL Yogyakarta – Solo sepanjang 60 km akan melewati sebanyak 11 stasiun dengan potensi penumpang yang berasal dari KA Prambanan Ekspress atau Prameks sebanyak 5 juta penumpang per tahunnya.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menjabarkan dalam kondisi normal KA Prameks dapat mengangkut penumpang hingga sebanyak 5 juta dalam setahun atau secara harian 300.000 penumpang pada 2020 lalu.

Namun, lanjutnya, memang selama pandemi yang dimulai April – Juni , penumpang KA Prameks hanya mencapai hingga 54.000 penumpang dan pada akhir Desember lalu mulai mencapai sebanyak 146.000 penumpang.

Dia pun membandingkan dengan volume pengguna KRL Jabodetabek yang mencapai 1 juta penumpang pada periode normal. 

Namun, Didiek menjabarkan sebelumnya KA Prameks Yogyakarta – Solo hanya melintasi 7 stasiun yakni Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Brambanan, Klaten, Purwosari, Solobalapan. Setelah beroperasi mejadi KRL Yogyakarta akan melayani 11 stasiun pemberhentian dengan titik penambahan di stasiun Srowot, Ceper, Delanggu, dan Gawok.

“Kami juga mengantisipasi empat stasiun tambahan menjadi 11 stasiun dengan operasinya KRL diharapkan menumbuhkan pusat pertumbuhan ekonomi Yogyakarta- Solo dan menumbuhkan pusat integrasi dengan moda lainnya. Kepada Warga Yogyakarta Solo selamat menikmati perjalanan menggunakan KRL,” ujarnya, Selasa (19/1/2021).

Sememtara itu, Direktur Utama KCI Wiwiek Widayanti mengatakan penambahan stasiun yang sebelumnya tidak melayani pengguna diharapkan dapat mendorong pulihnya perekonomian di wilayah stasiun dari dampak Pandemi covid-19.

Wiwiek menyebutkan KRL ini akan melayani sebanyak 20 perjalanan per harinya dengan waktu tempuh selama 58 menit.

Adapun KRL Yogyakarta – Solo ini menggantikan operasi kereta api Prambanan Ekspress atau Prameks yang bergerak dengan mesin diesel sejak 1994. Pembangunanya juga termasuk dalam Rencana Induk Kereta Api hingga 20230 dengan penggunaan energi listrik sebagai penggerak yang efektif,efisien, dan ramah lingkungan.

Guna merealisasikannya, PT KAI telah menugaskan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk mengambil alih pengelolaan kereta api komuter di wilayah Daop 6 pada Oktober 2020. Dengan pengambilalihan kereta komuter Daop 6, KA Komuter Prambanan Ekspres (Prameks) yang beroperasi di Daop 6 dikelola PT KCI.

Sumber : Bisnis.com