Muhadjir Bersyukur di Tengah Kasus Covid-19 yang Masih Tinggi

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy /Bisnis - Abdullah Azzam
19 Januari 2021 08:27 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordirnator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengaku bersyukur di tengah tingginya kasus konfirmasi di Indonesia. 

Dia mengatakan bahwa kasus konfirmasi Covid-19 masih tinggi dan cenderung eksponensial. Hingga kini kasus Corona di Tanah Air menyentuh 917.015 orang.

Meski demikian, Muhadjir menyebutkan bahwa angka kasus Indonesia masih rendah apabila dibandingkan dengan negara dengan pupulasi tinggi lainnya.

Dia menggambarkan Amerika Serikat sebagai negara dengan populasi tertinggi ketiga menjadi pemuncak dalam jumlah kasus Covid-19. India sebagai negara dengan populasi terbesar kedua berada di posisi kedua kasus Corona.

Baca juga: Benarkah Memakai Masker Dobel Lebih Efektif Cegah Virus Covid-19?

“Kemudian brasil yang itu rangking [pupulasi] di bawah 6, di bawah kita itu masuk di rangking 3 kasus [Covid-19]. Kita harus bersyukur bahwa kita [Populasi keempat terbesar] masih di bawah rangking 20. Tetapi tentu saja pengertian syukur tidak berarti kita terlena,” katanya di Jakarta saat konferensi virtual, Senin (18/1/2021).

Dia mengatakan bahwa pemerintah terus berusaha menekan angka kasus. Selain itu, pihaknya juga ingin mengejar target angka kesembuhan setinggi mungkin.

Selain itu, Muhadjir juga menyoroti angka kematian di atas rata-rata. Kata dia, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan agar jajarannya segera menekan seminim mungkin angka kematian akibat Covid-19.

Salah satu usaha yang akan ditempuh yaitu dengan menggencarkan gerakan donor plasma konvalesen dari para penyintas Covid-19. Donor plasma diyakini dapat menekan angka kematian pasien Corona.

Hasil uji klinis Palang Merah Indonesia dan lembaga Eijkman menunjukkan bahwa plasma konvalesen dari penyintas Covid-19 manjur untuk para pasien Covid.

“Plasma konvalesen salah satu ikhtiar dan ini sudah teruji kemanjurannya, sehingga ingin kita gencarkan. Soal targetnya berapa nanti akan kita lihat karena ini perlu pembenahan.”

“saya juga meminta Menkes mengalokasikan anggaran untuk pengadaan peralatan mempercepat gerakan ini nanti koordinasi dengan PMI,” ujarnya.

Baca juga: Kompolnas Anggap Tak Masalah Komjen Listyo Sigit Dinilai Terlalu Muda Jadi Kapolri

Sementara itu, Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla menargetkan 5.000 penyintas Covid-19 mendonor plasma konvalesen guna menekan angka kematian akibat pandemi.

Dia mengatakan PMI mendapat permintaan sekitar 200 kantor plasma konvalesen per hari. Akan tetapi organisasi itu hanya mampu menyalurkan sekitar 50 kantong

“Saat ini kita baru bisa suplay 1.000 per bulan. kita masih membutuhkan 5 kali lipat dari itu. Jadi kita butuh setidak-tidaknya 5.000 pendonor per bulan di seluruh indonesia,” katanya sata konferensi pers virtual, Senin (18/1/2021).

JK menjelaskan bahwa kesempatan mendapatkan 5.000 kantong plasma konvalesen bukan sesuatu yang muskil. Pasalnya jumlah pasien sembuh dari Covid-19 menyentuh 745.935 orang.

Apabila dijabarkan lebih jauh, PMI hanya mengharapkan sekitar 60.000 pendonor plasma konvalesen dalam satu tahun.

Sumber : bisnis.com