Langkah Kemendagri Percepat Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ-182

Penemuan puing/body part yang diduga bagian dari pesawat Sriwijaya Air SJ182. Puing yang ditemukan berupa serpihan body part pesawat dan baju anak-anak berwarna pink. Penemuan itu diserahkan kepada tim DVI Polri dan KNKT. - Kantor SAR Jakarta
18 Januari 2021 12:47 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -  Integrasi data antara Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil dan Polri diharapkan mempermudah proses identifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Dikutip dari laman resmi Kemendagri, tim Verifikasi Data Jenazah (VDJ) Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri bekerja mendukung penuh dan bersinergi dengan Tim DVI Polri mengidentifikasi korban Sriwijaya Air SJ-182.

Berdasarkan Rekapitulasi Data Teridentifikasi Ops DVI Sriwijaya SJ 182 sampai Sabtu (16/1/2021), sudah ada 24 korban Sriwijaya Air yang teridentifikasi di RS Polri. Sebanyak 12 jenazah korban sudah dipulangkan dari RS Polri kepada pihak keluarga.

BACA JUGA : Pencarian Sriwijaya Air Fokus ke VCR

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, dari proses verifikasi 24 bagian tubuh (body part) jenazah para korban, sebanyak 13 korban teridentifikasi dengan sidik jari setelah dicocokkan dengan data biometrik dalam database kependudukan Dukcapil. 

"Sisanya  teridentifikasi melalui test DNA yang dilakukan TIM DVI Polri," kata dia dikutip, Senin (18/1/2021).

Data biometrik Dukcapil sudah banyak digunakan untuk membantu Polri sebagai upaya penegakan hukum dan pencegahan kriminalitas termasuk pengungkapan jati diri korban bencana dan musibah. 

Zudan memaparkan bahwa pihaknya akan terus membantu penuh team DVI  Polri dengan memberikan hak akses yang seluas luasnya agar identifikasi sidik jari korban bisa secara mudah dicocokkan dengan data  sidik jari ktp el korban yang ada di data centre dukcapil. 

BACA JUGA : Kisah Suami Istri Selamat setelah Gagal Naik Sriwijaya Air SJ

Setiap penduduk yang sudah memiliki KTP-el, maka data  10 sidik jarinya sudah tersimpan di data centre. Maka ketika ada body part salah satu sidik jari saja, maka sudah bisa di identifikasi. 

"Proses ini menjadi lebih mudah dilakukan karena sudah ada integrasi data Kemdagri dan Polri," tukasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia