Cegah Korupsi, KPK Sasar 3 Area Ini

Ketua KPK Firli Bahuri - Antara
16 Januari 2021 21:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyasar tiga area penting sebagai objek pencegahan korupsi. Pendidikan menjadi objek pertama yang disasar untuk memberikan pemahaman masyarakat akan bahaya korupsi.

Ketua KPK Komjen Firli Bahuri menjelaskan dalam pendekatan pendidikan masyarakat ada tiga area yang disasar. Pertama, jejaring pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi. Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan pihak KPK yang terjun langsung ke institusi pendidikan. Di mana semua komponen pendidikan itu diharapkan menjadi agen penyuluhan antikorupsi serta pembangun integritas.

BACA JUGA : Semangat Antikorupsi di Lingkungan Pendidikan Diperkuat

Area kedua, pihaknya menyasar klaster penyelenggara negara, calon penyelenggara negara, para politisi, dan partai politik (parpol).  Ia berupaya mengedukasi area atau lini politik tersebut melalui berbagai cara seperti mengajak parpol berbicara tentang langkah yang tepat untuk membangun politik berintegritas.

“Termasuk dalam rangka Pilkada 2020, kami sampaikan program mewujudkan pilkada berintegritas,'' katanya dalam webinar bertajuk Peran Guru BK dalam Pendidikan Anti Korupsi yang diselenggarakan alumni Jurusan Bimbingan Konseling (BK) Universitas Negeri Semarang (Unnes) secara virtual di aplikasi Zoom dan Youtube, Sabtu (16/1/2021).

Firli menambahkan pada area ketiga yang disasar yaitu klaster badan usaha, mulai dari BUMN, BUMD maupun badan usaha swasta. Menurutnya dari lembaga atau badan usaha juga dapat memunculkan tindakan korupsi. Sehingga perlu dibangun good corporate governance. Dalam konteks ini KPK membangun unit pengendalian gratifikasi dan ISO 37001 yaitu sistem manajemen anti penyuapan.

“Uupaya yang dilakukan KPK ini dalam rangka untuk pemberantasan korupsi. Bukan hanya OTT, kami juga masuk dalam ranah pendidikan,” ucapnya.

Rektor Unnes Profesor Fathur Rokhman dalam webinar itu menyorot tentang nilai dan karakter konservasi dalam pendidikan antikorupsi. Menurutnya pendidikan karakter sangat penting posisinya sebagai satu kesatuan dengan pendidikan antikorupsi. “Ini meliputi akhlak dan budi pekerti bagi generasi muda,” ucapnya.

BACA JUGA : Bahas Kasus Dugaan Korupsi Mandala Krida, Ini yang 

Widyaiswara P4TK Penjas dan BK Kemendikbud Arif Taufiq Dani Abdillah memaparkan tentang generasi milenial bermental antikorupsi sebagai investasi besar dari guru BK. Ia mengungkap penting guru BK dalam upaya memberikan pemahaman siswa terkait antikorupsi. Menurutnya apa yang terjadi pada Indonesia di 2045 mendatang merupakan investasi dari guru BK tahun ini.

“Maka guru harus memberikan infus sebanyak mungkin, hingga membentuk pemaknaan, mindset dan perspektif tentang antikorupsi,'' katanya.