Pasien Covid-19 Membeludak, Rumah Sakit di Jakarta Kritis

Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. - Antara/Hafidz Mubarak A
16 Januari 2021 17:47 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kondisi rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Ibu Kota semakin mengkhawatirkan di tengah terus meningkatnya jumlah pasien Covid-19 secara signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Sulung membenarkan bahwa sebagian RS rujukan Covid-19 di Jakarta sudah penuh.

Dia menuturkan bahwa tingkat keterisian tempat tidur isolasi pada Jumat (15/1/2021) kemarin telah jauh melampaui ambang batas yaitu mencapai 87 persen.

Selain itu, tingkat keterisian tempat tidur di ruang perawatan intensif atau ICU di RS rujukan Covid-19 di wilayah Ibu Kota juga sudah mencapai 82 persen.

Berdasarkan data Dinkes DKI, dari total 1.026 tempat tidur di ICU, yang terisi sudah mencapai 846 atau 82 persen dari kapasitas. Adapun, untuk tempat tidur isolasi dari total 7.780, yang terisi mencapai 6.773 atau mencapai 87 persen.

"Sebagian [RS] memang telah penuh, dari data itu bisa juga diartikan dari 100 rumah sakit yang ada berarti 88 rumah sakit sudah penuh," kata Sulung saat dihubungi, Sabtu (16/1/2021).

Seperti diketahui, Pemerintah DKI menyiapkan 101 rumah sakit rujukan Covid-19. Untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19, pemerintah terus berupaya menambah kapasitas tempar tidur isolasi dan ICU.

Dia mengungkapkan pemerintah juga rencananya akan menambah sekitar tiga atau empat rumah sakit lagi untuk menjadi RS rujukan Covid-19 di Jakarta.

Terancam Kolaps

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Weningtyas Purnomorini memprediksi fasilitas kesehatan terkait perawatan pasien konfirmasi positif Covid-19 bakal penuh pada 1 Februari 2021 mendatang.

Weningtyas beralasan laju penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di DKI Jakarta tidak dapat disusul oleh peningkatan kapasitas tempat tidur di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19.

“Bila tidak dilakukan intervensi maka di Bulan Februari untuk ICU sudah penuh sedangkan untuk isolasi kemungkinan masih bisa bergerak karena kalau kita tambah dari beberapa rumah sakit baru,” kata Weningtyas dalam Rapat Koordinasi bersama dengan Kemenkes secara virtual pada Rabu (6/1/2021). 

Weningtyas mengatakan jumlah keseluruhan tempat tidur di rumah sakit DKI Jakarta sebanyak 24.498. Saat ini, menurut dia, jumlah tempat tidur yang telah dikonversi menjadi perawatan khusus untuk pasien konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 8.085. 

“Tentu saja pasien non-Covid-19 harus kita perhatikan, sehingga mungkin hanya separuhnya [dikonversi] untuk Covid-19 kecuali dengan ketentuan lain bahwa 30 persen non Covid-19 dan 70 persen Covid-19 seperti bulan April lalu pada saat PSBB Ketat,” kata dia. 

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat peningkatan keterpakaian tempat tidur di 98 rumah sakit rujukan Covid-19 setelah libur panjang akhir tahun 2020.

Sementara itu, berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, kasus positif Covid-19 di Jakarta terus meningkat signifikan, bahkan dalam beberapa hari terakhir penambahan kasus positif menyentuh angka di atas 3.000 per hari.

Penambahan kasus Covid-19 harian yang signifikan ini justru terjadi di tengah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat yang diberlakukan di DKI Jakarta yaitu mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021.

Pada Jumat (15/1/2021) total kasus positif Covid-19 di Jakarta mencapai 220.434 orang, sedangkan total kasus sembuh 195.683 orang dan kasus meninggal mencapai 3.673 orang.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia