Kemenaker Naikkan Kuota Magang Nasional 2026 Jadi 150.000 Peserta
Kemenaker menaikkan Program Magang Nasional Angkatan II menjadi 150.000 peserta pada 2026 dan memperluas akses bagi lulusan profesi dan penyandang disabilitas.
Virus corona (Covid-19) bisa menyebabakan alzheimer./Ilustrasi-gizmag.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Para peneliti menemukan hubungan antara virus corona (Covid-19) dan Alzheimer selama pandemi.
Penyakit Alzheimer adalah kelainan neurologis yang menyebabkan sel-sel otak mati dan mengakibatkan hilangnya ingatan. Seiring waktu, hal itu dapat mengambil alih dan menghancurkan kemampuan berpikir seseorang, yang mengarah pada ketidakmampuan untuk melakukan tugas yang paling sederhana.
Meskipun virus corona (Covid-19) berpotensi memicu disfungsi otak, para peneliti dalam ulasan yang diterbitkan pada jurnal Alzheimer & Demensia menyatakan kemungkinan virus corona itu juga dapat meningkatkan kemungkinan masalah neurologis jangka panjang seperti Alzheimer pada manusia.
Melansir Times of India, Kamis (14/1/2021), para peneliti menyebut Covid-19 mengakibatkan pasien menderita radang ringan hingga parah, stroke, dan kejang di otak. Individu yang sembuh dari infeksi juga mengeluh mengalami kebingungan mental, sakit kepala, pusing dan penglihatan kabur selama dan setelah proses pemulihan mereka.
Meskipun demikian, prevalensi gejala neurologis seperti sakit kepala dan kebingungan mental pada pasien Covid-19 dapat menunjukkan adanya hubungan antara SARs-COV-2 dan penyakit Alzheimer.
Menurut para peneliti, timbulnya gejala pada orang dengan penyakit ini muncul pada atau sekitar usia 60 tahun. Para ahli percaya bahwa mayoritas orang akan selamat dari dampak Covid-19 namun, dalam jangka panjang, mereka mungkin harus mengatasi berbagai penyakit seperti demensia, kecacatan, dan kualitas hidup yang buruk.
Dalam upaya untuk memahami implikasi jangka panjang dan jangka pendek Covid-19 di otak, perwakilan dari 30 lebih negara dan asosiasi Alzheimer, bersama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berkumpul untuk menyelidiki kaitan tersebut. Mereka juga telah mempelajari penyebab yang mendasari Alzheimer dan demensia secara umum.
Selain memicu berbagai gangguan otak, virus corona juga berpotensi menyebabkan peradangan serius di otak, yang menyebabkan disfungsi yang dapat menghancurkan sel-sel otak, sehingga menyebabkan hilangnya ingatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kemenaker menaikkan Program Magang Nasional Angkatan II menjadi 150.000 peserta pada 2026 dan memperluas akses bagi lulusan profesi dan penyandang disabilitas.
Witan Sulaeman mengungkap suasana ruang ganti Persija setelah menang 2-1 atas Persib dan optimistis memburu gelar juara Super League 2026/2027.
Keluarga penumpang Virgo Transport 8 masih menanti kabar setelah kapal kecelakaan di Laut Jawa. Sebanyak 103 orang telah dievakuasi.
Stasiun Lidah Tanah yang dibangun pada 1902 melayani 6.047 penumpang hingga Agustus 2026, naik 20% dari rata-rata bulanan 2025.
Prabowo menegaskan BRICS punya peran strategis memperkuat suara Global South dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan dunia.
Asap kebakaran Gunung Bromo mulai terbatas dan api terkendali. Petugas gabungan tetap siaga karena masih ditemukan sisa bara.