Polri Tahan DR, Rekan Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU
Polri menetapkan DR sebagai tersangka TPPU bersama Febrie Adriansyah. DR telah ditahan, sedangkan Febrie masih menunggu proses di Kejagung.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com,WONOGIRI—Seorang pria asal Dusun Ngadipiro RT 003/RW 007, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, Jawa Tengah, PA alias ED, 43, menjadi tersangka tindak pidana pencabulan anak. Sudah ada tujuh korban yang diketahui.
Pria lajang itu memanfaatkan pekerjaannya sebagai paranormal untuk mencabuli para korbannya yang semuanya berjenis kelamin laki-laki dengan rata-rata umur 16-17 tahun.
BACA JUGA: Seorang Bapak di Kulonprogo Laporkan Anak Kandungnya ke Polisi, Ini Sebabnya
Ketujuh korban yang sudah diungkap merupakan warga Kecamatan Jatipurno, Wonogiri. Mereka adalah, DS, 16, AMT, 16, RK, 17, IW, 16, KR, 16, BAN, 16, dan HP, 16. Saat ini seluruh korban dalam pendampingan tim kepolisian.
Tempat yang digunakan untuk melakukan praktik paranormal sekaligus pencabulan adalah rumah tersangka. Kejadiannya dalam kurun waktu Oktober-Desember 2020.
Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing, mengatakan tersangka menyampaikan kepada para korban jika ingin mempunyai potensi bagus di masa depan, salah satu syaratnya aura korban harus dibuka. Dengan demikian, tersangka berpura-pura bisa membangkitkan lagi jin qodam yang ada di diri masing-masing korban sehingga korban menjadi lebih baik dan terhormat di masyarakat.
"Salah satu syarat membuka aura itu dengan cara melepas pakaian. Saat itulah pelaku melangsungkan aksinya, yakni pencabulan. Aksinya dengan menyentuh tubuh korban, ada juga yang berhubungan intim. Tersangka berperan sebagai perempuan. Karena itu sesama jenis," kata dia di Mapolres Wonogiri, Selasa (12/1/2021).
BACA JUGA: Batuk-Batuk, Dua Gorila di California Positif Covid-19
Tobing mengatakan praktik paranormal yang dijalankan tersangka sudah berjalan selama 10-15 tahun. Korban pencabulan masih bisa bertambah.
Menurut Tobing, tersangka bertemu dengan korban di jalan dan ada yang tetangga tersangka. Para korban kemudian diajak ke rumah pelaku. Saat ini Polres mengamankan 19 barang bukti yang rata-rata berwujud pakaian luar maupun dalam.
"Pengungkapan kasus itu berawal dari laporan para korban. Orang tua dari korban DS dan AMT melaporkan ke Polres Wonogiri," ungkap dia.
Menurut Tobing, diduga pelaku melakukan aksi itu karena terpengaruh kondisi psikologinya pada masa lalu. Pelaku sudah menjadi korban pencabulan selama empat kali. Kejadian itu terjadi saat pelaku berusia, 15, 16 dan 17 tahun.
BACA JUGA: 14 Tempat Usaha di Bantul Kena Tegur karena Langgar Pembatasan
"Menurut keterangan pelaku, pelaku yang mencabuli dirinya saat ini sudah ada yang meninggal. Selebihnya juga sudah menghilang keberadaanya. Pelaku katanya ada yang menjadi gurunya dan orang lain yang ia kenal," kata dia.
Tobing belum dapat memastikan kebenaran pelaku sebagai seorang paranormal. "Belum dapat kami pastikan, yang jelas tersangka mempunyai pekerjaan paranormal," kata dia.
Atas tindakannya, Pa alis ED, diduga melanggar Pasal 82 UU No. 17/2016 perubahan kedua atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 292 KUHPidana. Dengan ancaman penjara minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Polri menetapkan DR sebagai tersangka TPPU bersama Febrie Adriansyah. DR telah ditahan, sedangkan Febrie masih menunggu proses di Kejagung.
OJK meminta perbankan di Cirebon Raya memperbesar penyaluran kredit ke sektor produktif guna mendorong UMKM, investasi, dan pertumbuhan ekonomi.
Kelurahan Sosromenduran melatih warga Kampung Jogonegaran membuat shibori sebagai bekal keterampilan dan peluang usaha rumahan berbasis ekonomi kreatif.
Panen raya Juli di Kulonprogo diproyeksikan mencapai 3.125 hektare dengan potensi produksi gabah lebih dari 20.600 ton.
DKP Bantul memperkirakan produksi ikan tangkap 2026 belum mencapai target karena nelayan lebih memilih menangkap benih bening lobster (BBL).
Presiden Prabowo Subianto menggelar Sidang Kabinet pada Senin sore untuk mengevaluasi program pemerintah dan mempercepat program prioritas.