Advertisement
Kim Jong-un: AS Akan Selalu Jadi Musuh Korut meski Berganti Presiden
Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura, 12 Juni 2018. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan negaranya tetap akan menganggap Amerika Serikat sebagai musuh dan penghalang utama bagi revolusi rezim.
Hal ini diungkapkan oleh Kim dalam Kongres partai Buruh ke-8 di Pyeongyang, seperti dikutip dari Arirang News, Sabtu (9/1/2021). Dalam rapat besar itu, Kim menyampaikan sejumlah pesan yang tampak ditujukan kepada Seoul dan Washington.
Advertisement
Berdasarkan Korea Central News Agency, Kim mengatakan esensi dari kebijakan Korea Utara terhadap Washington tidak akan berubah terlepas dari siapa yang berkuasa, pesan nyata yang ditujukan kepada calon Presiden AS terpilih Joe Biden.
Kim juga menyampaikan ambisinya untuk memperkuat kekuatan militernya, termasuk pada kemampuan serangan rudal yang dapat membidik target dalam jarak 15.000 kilometer dan proyek kapal selam nuklir baru telah mencapai tahapan final.
"Kenyataan menunjukkan bahwa kita perlu memperkuat kemampuan pertahanan nasional tanpa ragu-ragu sejenak untuk mencegah ancaman nuklir Amerika Serikat dan membawa perdamaian dan kemakmuran di Semenanjung Korea," kata Kim dikutip dari Agensi Berita Yonhap.
Setelah mengaku gagal dalam mencapai target pembangunan ekonomi, Kim mengumumkan target 5 tahun ke depan yang baru dengan fokus kemandirian, tetapi tidak menyampaikan detailnya.
Adapun pesan bagi Seoul, dia menyampaikan kekecewaannya terhadap pertahanan dan meminta Seoul menjaga komitmen Inter Korea.
Kim mengatakan hubungan antar Korea dapat kembali seperti 3 tahun lalu ketika suasana perdamaian dapat terjadi kapan saja. Namun, Kim menekankan itu semua tergantung sikap Korea Selatan.
Hubungan Inter-Korea jalan di tempat usai pertemuan Hanoi karena sanksi menghalangi pertukaran dan kerja sama lintas batas.
Hubungan kedua Korea semakin panas setelah Korea Utara meledakkan kantor penghubung antar Korea lantaran adanya selebaran anti Pyongyang pada Juni. Korut juga membunuh seorang pejabat Kementerian Kelautan Korsel yang tubuhnya ditemukan perbatasan laut bagian barat pada September.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Nuthuk di Pantai Bantul Disorot DPRD
- Penjualan Jatuh 96 Persen, Skoda Angkat Kaki dari China
- Akun WhatsApp Aman! Aktifkan 4 Fitur Ini Sekarang
- 18 SMP di Bantul Ajukan Revitalisasi, Tunggu Persetujuan Pusat
- PM Thailand Tinggalkan Rolls-Royce, Pilih Mobil Listrik China
- Cedera Mengintai, Jorge Martin Waspadai MotoGP Amerika
- 6.308 WNI Terjerat Scam di Kamboja, Ribuan Dipulangkan
Advertisement
Advertisement







