Advertisement
Banyak Beredar Surat Swab Palsu, Satgas Covid-19: Ini Cara Antisipasinya
Antrean calon penumpang yang akan melakukan tes Covid-19 di Farmalab Terminal 3 Bandara Soekarno-hatta pada Jumat (18/12/2020). Antrean mulai terlihat sejak pukul 11.00 WIB. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Penumpang pesawat diimbau untuk mematuhi tiga hal terkait dengan persyaratan dokumen kesehatan menyusul maraknya kasus pemalsuan surat swab test.
Kepala Satgas Udara Penanganan Covid-19 Kolonel Pas MA Silaban mengatakan dengan adanya kemudahan melakukan tes Covid-19 maka calon penumpang diimbau untuk memenuhi protokol kesehatan dan mengantisipasi tiga hal yang tidak dibenarkan.
Advertisement
“Pertama, agar penumpang tidak melakukan pemalsuan surat hasil tes Covid-19. Kedua, penumpang harus berhati-hati terhadap adanya upaya penipuan yang berkaitan dengan surat hasil tes. Dan ketiga, penumpang jangan tergoda praktik percaloan yang menawarkan surat hasil tes palsu,” ujarnya, Jumat (8/1/2021).
Sementara itu, VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura II Yado Yarismano mendukung dan mengapresiasi Polri yang berhasil membongkar adanya praktik jual beli surat hasil tes Covid-19 palsu. Perseroan juga mendukung KKP Kemenkes dalam melakukan validasi surat hasil tes Covid-19 di setiap bandara yang dikelola.
Yado menjelaskan saat ini bandara telah menghadirkan kemudahan melakukan tes Covid-19 dan juga dalam melakukan validasi surat hasil tes tersebut. Di Bandara Soekarno-Hatta sudah tersedia delapan titik Airport Health Center untuk melakukan tes Covid-19 baik itu rapid test antigen mau pun PCR Test.
Selain itu, guna mempermudah calon penumpang pesawat, hasil tes Covid-19 yang dilakukan di Airport Health Center Bandara Soekarno-Hatta dapat langsung dikirimkan (submit) ke aplikasi electronic health alert card (eHAC) milik Kementerian Kesehatan.
Surat hasil tes yang dilakukan di fasilitas kesehatan lain di luar bandara juga dapat dikirimkan ke eHAC, sepanjang fasilitas kesehatan tersebut terdaftar di Kemenkes. Adapun aplikasi eHAC wajib dimiliki oleh penumpang pesawat untuk monitoring perjalanan di tengah masa pandemi ini.
“Jika surat hasil tes Covid-19 sudah di-submit di eHAC, maka dilakukan validasi oleh KKP Kemenkes dan penumpang pesawat akan mendapat barcode untuk bisa langsung ditunjukkan di petugas check in counter yang sudah memegang alat pembaca barcode itu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Nuthuk di Pantai Bantul Disorot DPRD
- Penjualan Jatuh 96 Persen, Skoda Angkat Kaki dari China
- Akun WhatsApp Aman! Aktifkan 4 Fitur Ini Sekarang
- 18 SMP di Bantul Ajukan Revitalisasi, Tunggu Persetujuan Pusat
- PM Thailand Tinggalkan Rolls-Royce, Pilih Mobil Listrik China
- Cedera Mengintai, Jorge Martin Waspadai MotoGP Amerika
- 6.308 WNI Terjerat Scam di Kamboja, Ribuan Dipulangkan
Advertisement
Advertisement







