Advertisement

Rest Area Tol Akan Ditata Ulang Setelah Lebaran

Newswire
Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:17 WIB
Maya Herawati
Rest Area Tol Akan Ditata Ulang Setelah Lebaran Rest Area Tol Cipali. / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, SEMARANG—Penumpukan kendaraan di sejumlah rest area tol Trans Jawa saat arus mudik mulai menjadi sorotan. Kondisi ini memicu rencana penataan ulang, terutama pada titik yang memiliki akses masuk sempit dan memicu antrean panjang kendaraan.

Evaluasi akan dilakukan setelah arus mudik dan balik Lebaran 2026 selesai. Fokus awal diarahkan pada rest area KM 52 dan KM 62 yang sempat ditutup karena kepadatan kendaraan di jalur masuk.

Advertisement

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyebut salah satu penyebab utama penumpukan adalah desain akses yang tidak memadai. “Akan dievaluasi, khususnya 'rest area' di KM 52 dan 62 yang sempat ditutup saat arus mudik kemarin,” kata Dody di Semarang, Sabtu (28/3/2026).

Menurutnya, jalur masuk yang terlalu sempit membuat kendaraan menumpuk dan meluber hingga ke badan jalan tol. Kondisi ini berisiko mengganggu kelancaran arus serta membahayakan pengguna jalan.

Kementerian PU berencana membentuk tim khusus untuk mengevaluasi tata letak rest area di sepanjang tol Trans Jawa. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penataan ulang, terutama pada titik yang memiliki beban kendaraan tinggi.

"Khusus untuk kedua 'rest area' itu akan ditata ulang," ujarnya.

Selain akses masuk, fasilitas pendukung juga menjadi perhatian. Rest area tanpa SPBU dinilai menambah tekanan karena tetap harus menampung kendaraan dalam jumlah besar.

Melalui penataan ulang, pemerintah menargetkan tidak ada lagi penumpukan kendaraan di area istirahat. Terutama saat volume lalu lintas meningkat pada periode mudik dan balik.

Dengan begitu, kendaraan tidak lagi berhenti atau mengantre di pinggir jalan tol yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan.

Di sisi lain, kondisi jalan tol selama arus mudik dan balik juga terus dipantau. Perbaikan terhadap lubang jalan dilakukan secara cepat untuk menjaga kelancaran arus.

“Kalau ada lubang, 1 kali 24 jam langsung di tutup. Jangan sampai arus balik terganggu,” kata Dody.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Hujan Deras Guyur Lereng Merapi Warga Diminta Waspada

Hujan Deras Guyur Lereng Merapi Warga Diminta Waspada

Sleman
| Sabtu, 28 Maret 2026, 13:37 WIB

Advertisement

Dua Restoran Indonesia Tembus 50 Daftar Terbaik Asia

Dua Restoran Indonesia Tembus 50 Daftar Terbaik Asia

Wisata
| Sabtu, 28 Maret 2026, 12:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement