Advertisement
Pasokan Energi Terganggu, G7 Desak Akses Selat Hormuz
Selat Hormuz Iran. / ist
Advertisement
Harianjogja.com, MOSKOW— Ketegangan di kawasan Teluk Persia memicu gangguan serius pada jalur energi global setelah Selat Hormuz praktis terblokir, mendorong negara-negara G7 mendesak pemulihan akses pelayaran secepatnya.
Desakan tersebut muncul dalam pernyataan bersama para menteri luar negeri kelompok G7 usai pertemuan di Vaux-de-Cernay, Prancis, Jumat (27/3/2026).
Advertisement
Mereka menegaskan pentingnya kebebasan navigasi yang aman dan tanpa hambatan di Selat Hormuz sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 dan hukum laut internasional.
“Kami menegaskan kembali perlunya pemulihan permanen kebebasan navigasi yang aman dan bebas hambatan di Selat Hormuz,” demikian isi pernyataan tersebut.
BACA JUGA
Selain isu pelayaran, para diplomat juga menyoroti meningkatnya ancaman terhadap warga sipil dan fasilitas sipil di tengah konflik.
Mereka menilai tidak ada alasan yang dapat membenarkan serangan terhadap warga sipil maupun fasilitas diplomatik dalam situasi perang.
Di sisi lain, G7 juga menekankan pentingnya menekan dampak konflik terhadap kawasan sekitar, termasuk terhadap warga sipil, infrastruktur vital, serta kebutuhan kemanusiaan.
Koordinasi bantuan internasional dinilai penting untuk meredam dampak lanjutan dari konflik yang terus berkembang.
“Kami fokus pada nilai kemitraan yang beragam, koordinasi, dan inisiatif pendukung, termasuk untuk meredakan guncangan ekonomi global,” bunyi pernyataan tersebut.
Situasi ini berawal dari serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran pada akhir Februari, termasuk di Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Eskalasi konflik tersebut berdampak langsung pada jalur distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk.
Gangguan di jalur ini turut memengaruhi produksi dan ekspor minyak di kawasan, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga energi di pasar global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Open House Idulfitri di Kantor Gubernur DIY Dipastikan Ramah Difabel
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Viral Donasi di Stasiun Tugu Jogja Bikin Resah, Ini Kata PT KAI Daop 6
- Ratusan Gempa Guncang Sulawesi Utara, Banyak yang Tak Terasa
- Lebaran, Jalur Lurus dan Simpang Jadi Titik Rawan Kecelakaan di Bantul
- Muncul Wacana Tak Bayar THR Bisa Masuk Ranah Pidana
- Lereng Merapi Diserbu Wisatawan Saat Lebaran, Kaliadem Paling Ramai
- Pepaya Jadi Andalan Perawatan Wajah Alami di Rumah
- Target Tangkapan Ikan DIY Naik Gunungkidul Jadi Penopang
Advertisement
Advertisement







