7 Orang Terpilih sebagai Dewan Komisioner OJK, Ini Pesan Wimboh
Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2017–2022 WImboh Santoso menyambut baik terpilihnya tujuh dewan komisioner OJK periode 2022–2027 kemarin, Kamis (7/4/2022) oleh DPR RI.
Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Budi Prasetyo di Jakarta, Rabu (16/1/2020)./Antara\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA -- Proses Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) telah dimulai. Pendaftaran akun di Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebagai syarat awal telah dibuka sejak 4 Januari 2020 hingga 1 Februari 2020 melalui portal.ltmpt.ac.id.
Ada tiga jalur masuk yang dapat digunakan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN), yakni SNMPTN, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan seleksi mandiri.
Jalur SNMPTN memungkinkan siswa SMA tingkat akhir untuk bisa masuk PTN tanpa harus ikut ujian tertulis atau mendapatkan undangan karena memiliki prestasi. Sementara itu SBMPTN adalah seleksi masuk melalui tes tulis yang tahun ini disebut Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Jalur SNMPTN memiliki kuota minimum 20 persen dan biaya ditanggung oleh pemerintah. SBMPTN memiliki kota minimun 40 persen dan biaya ditanggung oleh peserta dan mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Mengutip informasi yang diberikan situs resmi LTMPT, ketentuan memilih prodi kedua jalur tersebut berbeda. Berikut penjelasannya.
1. Memilih Prodi SNMPTN 2021
Setiap peserta dapat memilih dua prodi dari satu PTN atau dua PTN. Namun apabila memilih dua prodi, satu di antaranya harus sesuai dengan SMA/MA/SMK asal peserta. Dengan kata lain, apabila peserta berasal dari DKI Jakarta, maka satu prodi harus berada di PTN yang berlokasi di Ibu Kota.
Namun ketentuan tersebut tidak berlaku apabila hanya memilih satu program studi. Misal, peserta memilih hanya mengincar prodi Teknik Sipil, maka bebas memilih dua PTN yang berada di wilayah manapun.
2. Memilih Prodi SBMPTN 2021
Hal itu tidak berlaku untuk peserta SBMPTN 2021. Pada SBMPTN 2021 calon mahasiswa bebas untuk memilih prodi dan PTN.
Dengan kata lain, setiap peserta boleh memilih dua prodi pada satu PTN atau setiap prodi pada dua PTN manapun, alias tidak terbatas domisili. Misalnya, seorang peserta merupakan lulusan SMA di Surabaya, maka boleh memilih dua prodi di PTN Jawa Barat atau di manapun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2017–2022 WImboh Santoso menyambut baik terpilihnya tujuh dewan komisioner OJK periode 2022–2027 kemarin, Kamis (7/4/2022) oleh DPR RI.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.