Seperti Ini Cara Kerja Vaksin Covid-19 di Tubuh Kita

Ilustrasi-Kandidat vaksin Covid-19 Sinopharm - JIBI/Bisnis.com
04 Januari 2021 16:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Vaksinansi Covid-19 di Indonesia segera dimulai. Sambil menunggu rekomendasi Badan POM, distribusi vaksin sudah dilakukan ke berbagai daerah.

Tapi, tahukan Anda bagaimana vaksin Covid-19 bekerja setelah disuntikkan ke tubuh kita? Apakah sama proses kerjanya di dalam tubuh sama dengan vaksin lainnya?

Vaksinolog dan spesialis penyakit dalam dr. Dirga Sakti Rambe menjelaskan bagaimana vaksin Covid-19 yang telah disuntikkan bekerja di dalam tubuh seseorang.

Menurut Dirga komponen virus yang ada di dalam vaksin membantu tubuh untuk membentuk kekebalan terhadap penyakit, termasuk dalam vaksin Covid-19.

"Saat vaksin Covid-19 disuntikkan, tubuh akan mengenali ada komponen virus yang disuntikkan ke kita. Komponen virus ya, bukan virusnya," kata Dirga ketika dihubungi Antara lewat aplikasi pesan, di Jakarta, Senin ((4/1/2021).

Setelah disuntik vaksin, tubuh akan membentuk antibodi yang berfungsi sebagai "pasukan" pelawan virus Covid-19.

Selain itu, kata dokter yang bertugas di RS Omni Pulomas tersebut, tubuh akan membentuk sel memori yang punya kemampuan mengingat. 

Jika setelah divaksin, seseorang terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, maka antibodi akan langsung diproduksi.

"Inilah keunggulan vaksin dibandingkan upaya metode pencegahan, dapat memberikan perlindungan yang sifatnya spesifik di mana antibodinya spesifik terbentuk terhadap Covid-19," tegasnya.

Dia menambahkan, kekebalan tidak akan langsung ada ketika vaksin selesai disuntikkan. Kekebalan baru terbentuk 10-14 hari setelah suntikan lengkap. Terkait vaksin Covid-19, ada vaksin yang membutuhkan dua dosis.

Pemerintah merencanakan vaksinasi dilakukan selama 15 bulan dimulai pada Januari 2021 hingga Maret 2022.

Gelombang pertama vaksinasi akan dilakukan dalam periode Januari - April 2021 terhadap 1,3 juta tenaga kesehatan, 17,4 juta petugas pelayanan publik, dan 21,5 juta lansia. Gelombang kedua rencananya dilakukan pada April 2021 - Maret 2022.

Pemerintah menargetkan vaksinasi terhadap 181,5 juta orang.

Sumber : Antara