Waspada 7 Gejala Covid-19, Periksakan Diri Jika Sesak Napas hingga Indera Penciuman Hilang

Batuk - fastpaceurgantcare.com
04 Januari 2021 14:27 WIB Rika Anggraeni News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ada banyak gejala Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Corona. Namun, tidak semua orang mengalami gejala yang sama atau bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali alias orang tanpa gejala (OTG).

Gejala Covid-19 yang sering terjadi, misalnya demam, batuk kering, atau komplikasi yang sudah menyerang pernapasan, seperti sesak napas. Meski demikian, ada indikasi lain yang memungkinkan Anda perlu menjalani beberapa tes.

Dilansir dari Washington Post pada Senin (4/1/2021), terdapat beberapa gejala yang akan terjadi bersamaan satu sama lain, mulai dari ringan hingga parah. Apalagi, virus Corona dapat muncul di mana saja dari rentang waktu 2 hingga 14 hari terpapar.

Berikut gejala-gelaja Covid-19 yang perlu Anda waspadai:

1. Demam, Batuk, atau Sesak Napas
Ketiga hal ini merupakan gejala frekuensi tertinggi Covid-19. Menurut studi, gejala pada sekitar 11.000 pasien dewasa Covid-19, setidaknya satu dari gejala ini dilaporkan pada 93 persen kasus.

2. Sesak Napas
Batuk bisa muncul bersamaan dengan sesak atau kesulitan bernapas. Panagis Galiatsatos, Dokter Perawatan Paru dan Kritis di John Hopkins, mengatakan terkadang Covid-19 dapat menyebabkan pneumonia. Sesak napas yang disebabkan oleh Covid-19 bisa ringan atau cukup parah sehingga membutuhkan pengobatan dengan oksigen atau ventilator.

"Pneumonia terjadi ketika kantung udara di paru-paru terisi cairan, membatasi kemampuannya untuk mengambil oksigen dan menyebabkan sesak napas, batuk, dan gejala lainnya,” tulis Galiatsatos.

3. Kelelahan atau Nyeri Otot
Dalam kasus ekstrem, seseorang yang menderita Covid-19 menggambarkan hampir tidak memiliki cukup energi untuk berjalan ke kamar mandi atau ke dapur. Beberapa orang melaporkan nyeri otot atau nyeri umum tanpa alasan yang jelas.

Kelelahan dan nyeri juga telah dilaporkan oleh apa yang disebut Covid-19 sebagai “long-haulers,” yang terus mengalami gejala penyakit selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah terinfeksi.

4. Sakit Kepala
Sakit kepala merupakan gejala neurologis paling umum pada Covid-19. Menurut Harvard Medical School, gejala neurologis lain yang kurang umum dapat mencakup kelemahan otot, kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki, pusing, kebingungan, delirium, kejang dan stroke,

5. Hilangnya indra penciuman atau rasa yang terdistorsi
Hilangnya bau atau rasa biasanya terkait dengan gejala awal infeksi saluran pernapasan atas, termasuk jenis virus corona sebelumnya. Karena virus merusak umbi penciuman yang terlibat dalam indera penciuman.

Hal itu lebih umum terjadi pada orang yang mengidap Covid-19 dan mungkin saja kehilangan indra penciuman atau perasa saat tidak mengalami gejala lain. Direktur Smell and Taste Center University of Pennsylvania Richard Doty mengatakan salah satu yang menyebabkan segala sesuatu berbau seperti tinja, dapat membuat makanan dan minuman terasa menjijikkan.

Direktur Medis Smell and Taste Center di Vanderbilt University Medical Center Justin Turner mengatakan distorsi paling umum terjadi pada orang yang baru pulilh dari Covid-19 dan mulai mendapatkan kembali indra penciumannya.

6. Sakit Renggorokan, Hidung Tersumbat, atau Pilek
Ketiga hal ini lebih jarang dikaitkan dengan Covid-19. Namun,masih terjadi dalam cukup banyak kasus, sehingga Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menambahkan ketiga hal ini ke dalam daftar.

Gejala hidung meler dilaporkan sekitar 7 persen pasien dewasa, sedangkan sakit tenggorokan dilaporkan 35 persen. Gejala ini sulit menentukan apakah gejala ini akibat Covid-19 atau reaksi alergi.

7. Masalah Perut
Penelitian telah menemukan bahwa sekitar setengah dari pasien Covid-19 mengalami setidaknya satu gejala gastrointestinal. Gejala ini meliputi kehilangan nafsu makan, mual, muntah, diare, dan sakit perut atau tidak nyaman.

Dalam studi tentang frekuensi, diare merupakan gejala yang paling umum pada orang dewasa, sedangkan sakit perut adalah yang paling jarang.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia