Ledakan Pabrik Hanwha Aerospace di Korea Selatan Tewaskan 5 Pekerja
Ledakan di pabrik Hanwha Aerospace, Korea Selatan, menewaskan lima pekerja dan melukai dua lainnya saat proses pembersihan terkait bahan peledak.
Paus Fransiskus/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 dan dampak sosial serta ekonominya menjadi tema dominan dalam pesan tradisional \'Urbi et Orbi\' dari Paus Fransiskus saat perayaan Hari natal, Jumat (25/12/2020).
Dalam pesan Natalnya itu, pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini meminta para pemimpin politik dan bisnis untuk membuat vaksin Covid-19 tersedia untuk semua orang. Sebaliknya, dia mengutuk \'nasionalisme vaksin\' dan \'virus individualisme radikal\'.
Paus bernama asli Jorge Mario Bergoglio itu pun menyerukan persatuan global dan bantuan bagi negara-negara yang menderita konflik dan krisis kemanusiaan.
BACA JUGA: Begini Kondisi Penumpang Bus Wisata yang Terguling di Tanjakan Mangunan
"Saat ini dalam sejarah, yang ditandai dengan krisis ekologi dan ketidakseimbangan ekonomi dan sosial yang parah yang hanya diperburuk oleh pandemi virus Corona, semakin penting bagi kita untuk saling mengakui sebagai saudara," katanya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (26/12/2020).
Sambil menekankan bahwa kesehatan adalah masalah internasional, Paus tampaknya mengkritik apa yang disebut \'nasionalisme vaksin\', yang dikhawatirkan para pejabat PBB akan memperburuk pandemi jika negara-negara miskin menerima vaksin terakhir.
"Saya mohon kepada semua orang, kepala negara, perusahaan dan organisasi internasional untuk mendorong kerja sama dan bukan persaingan, untuk menemukan solusi bagi semua orang --vaksin untuk semu-- terutama bagi yang paling rentan dan membutuhkan di semua wilayah di planet ini," katanya.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Paus Fransiskus menyampaikan \'Urbi et Orbi\' (ke kota dan dunia) secara virtual dari sebuah mimbar di dalam Vatikan. Biasanya, pesan itu disampaikan dari balkon pusat Basilika Santo Petrus di hadapan puluhan ribu orang.
"Yang paling rentan dan membutuhkan harus menjadi yang pertama," katanya, di Aula Doa Vatikan, dengan dihadiri hanya sekitar 50 anggota staf Vatikan yang mengenakan masker dan duduk di sepanjang dinding.
Paus Fransiskus juga mengkritik orang-orang yang menolak memakai masker karena dianggap melanggar kebebasan mereka. Sikap tersebut telah meluas di negara-negara seperti Amerika Serikat.
"Dan kita juga tidak dapat membiarkan virus individualisme radikal menang dan membuat kita acuh tak acuh terhadap penderitaan saudara-saudara lainnya," katanya.
Paus kemudian menyerukan perdamaian dan rekonsiliasi di Suriah, Yaman, Libya, Nagorno-Karabakh, Sudan Selatan, Nigeria, Kamerun dan Irak, yang akan dia kunjungi pada awal Maret.
Dia juga meminta semua orang membantu mereka yang menderita krisis kemanusiaan atau bencana alam di Burkina Fasso, Mali, Niger, Filipina, dan Vietnam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ledakan di pabrik Hanwha Aerospace, Korea Selatan, menewaskan lima pekerja dan melukai dua lainnya saat proses pembersihan terkait bahan peledak.
Joey Pelupessy dan Calvin Verdonk belum bergabung dalam latihan perdana Timnas Indonesia jelang FIFA Match Day melawan Oman dan Mozambik.
Pertamina resmi mengubah harga BBM per 1 Juni 2026. Dexlite dan Pertamina Dex turun, sementara Pertamax Turbo mengalami kenaikan harga.
Harga tanah Colomadu Karanganyar naik hingga Rp17 juta per meter persegi. Kawasan Paulan, Malangjiwan, dan Baturan jadi incaran investor.
ASN Kota Cirebon yang mangkir 10 hari kerja berturut-turut tanpa alasan sah terancam penghentian gaji mulai bulan berikutnya.
Sebanyak 139 produk UMKM Desa Wisata Jatimulyo Kulonprogo resmi bersertifikat halal untuk mendukung pengembangan wisata halal dan UMKM lokal.