Sampaikan Pesan Natal, Paus Fransiskus Soroti Persaingan Vaksin Covid-19

Paus Fransiskus - Reuters
26 Desember 2020 19:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 dan dampak sosial serta ekonominya menjadi tema dominan dalam pesan tradisional 'Urbi et Orbi' dari Paus Fransiskus saat perayaan Hari natal, Jumat (25/12/2020).

Dalam pesan Natalnya itu, pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini meminta para pemimpin politik dan bisnis untuk membuat vaksin Covid-19 tersedia untuk semua orang. Sebaliknya, dia mengutuk 'nasionalisme vaksin' dan 'virus individualisme radikal'.

Paus bernama asli Jorge Mario Bergoglio itu pun menyerukan persatuan global dan bantuan bagi negara-negara yang menderita konflik dan krisis kemanusiaan.

BACA JUGA: Begini Kondisi Penumpang Bus Wisata yang Terguling di Tanjakan Mangunan

"Saat ini dalam sejarah, yang ditandai dengan krisis ekologi dan ketidakseimbangan ekonomi dan sosial yang parah yang hanya diperburuk oleh pandemi virus Corona, semakin penting bagi kita untuk saling mengakui sebagai saudara," katanya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (26/12/2020).

Sambil menekankan bahwa kesehatan adalah masalah internasional, Paus tampaknya mengkritik apa yang disebut 'nasionalisme vaksin', yang dikhawatirkan para pejabat PBB akan memperburuk pandemi jika negara-negara miskin menerima vaksin terakhir.

"Saya mohon kepada semua orang, kepala negara, perusahaan dan organisasi internasional untuk  mendorong kerja sama dan bukan persaingan, untuk menemukan solusi bagi semua orang --vaksin untuk semu-- terutama bagi yang paling rentan dan membutuhkan di semua wilayah di planet ini," katanya.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Paus Fransiskus menyampaikan 'Urbi et Orbi' (ke kota dan dunia) secara virtual dari sebuah mimbar di dalam Vatikan. Biasanya, pesan itu disampaikan dari balkon pusat Basilika Santo Petrus di hadapan puluhan ribu orang.

"Yang paling rentan dan membutuhkan harus menjadi yang pertama," katanya, di Aula Doa Vatikan, dengan dihadiri hanya sekitar 50 anggota staf Vatikan yang mengenakan masker dan duduk di sepanjang dinding.

Paus Fransiskus juga mengkritik orang-orang yang menolak memakai masker karena dianggap melanggar kebebasan mereka. Sikap tersebut telah meluas di negara-negara seperti Amerika Serikat.

"Dan kita juga tidak dapat membiarkan virus individualisme radikal menang dan membuat kita acuh tak acuh terhadap penderitaan saudara-saudara lainnya," katanya.

Paus kemudian menyerukan perdamaian dan rekonsiliasi di Suriah, Yaman, Libya, Nagorno-Karabakh, Sudan Selatan, Nigeria, Kamerun dan Irak, yang akan dia kunjungi pada awal Maret.

Dia juga meminta semua orang membantu mereka yang menderita krisis kemanusiaan atau bencana alam di Burkina Fasso, Mali, Niger, Filipina, dan Vietnam.

Sumber : Antara