Risma Jadi Mensos, Pengamat Sebut Bisa Tekan Citra Negatif dan Koruptif

Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan sambutan dalam acara serah terima jabatan Menteri Sosial di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (23/12/2020). - Antara/Galih Pradipta.
26 Desember 2020 10:17 WIB Aziz Rahardyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai penunjukkan sosok Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial baru merupakan langkah tepat dalam membendung citra negatif pemerintah.

"Terutama karena rekam jejak Wali Kota Surabaya dua periode itu sudah dikenal publik sebagai figur pemimpin yang tegas, berani dan cukup prestasi. Pelbagai terobosan kebijakan mampu membawa kemajuan Kota Surabaya," jelasnya.

BACA JUGA : ICW Sarankan Risma Mundur dari Posisi Menteri atau Wali

Terlebih, hal ini telah terafirmasi dalam survei yang dilakukan Indo Survey & Strategy (ISS) pada awal November 2020, di mana tingkat kepuasan masyarakat Kota Surabaya terhadap kinerja Risma sebagai walikota mencapai 96,36 persen.

Adapun, tingkat keberhasilan pembangunan dalam persepsi publik, 91,82 persen responden menjawab program pembangunan yang dilakukan pemerintah Kota Surabaya berhasil.

"Tidak aneh jika sosok Risma dipercaya menjadi menteri sosial menggantikan Juliari Batubara. Justru dengan menunjuk Risma menjadi Mensos, sedikitnya dapat memulihkan citra negatif pemerintah dan juga PDI Perjuangan akibat kasus korupsi yang menjerat kader banteng moncong putih itu," tambahnya.

BACA JUGA : Ini 4 Janji Risma Seusai Dilantik Jadi Mensos

Karyono berharap diangkatnya figur Risma dapat menimbulkan kepercayaan publik yang sempat menurun. Karena ekspektasinya, figur Risma tidak sekadar memperbaiki kinerja Kemensos, tapi juga membersihkan citra korup di kementerian tersebut.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia