Advertisement
Persentase Positivity Rate Memburuk, Satgas: Solusinya Hanya Patuhi Prokes
Sejumlah petugas mengenakan pelindung wajah dan masker saat melayani pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polresta Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (17/6 - 2020). \\n/ANTARA \\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Perkembangan angka perbandingan tingkat positif Covid-19 dengan jumlah tes atau positivity rate tingkat nasional perlu diperhatikan. Sebab, berdasarkan data 13 Desember mencapai 18,10 persen. Padahal November lalu di 13,81 persen.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa angka positivity rate saat ini sangat tinggi. Bahkan, lebih tinggi dari standar World Health Organization (WHO) yaitu harusnya di bawah 5 persen.
Advertisement
“Tingginya positivity rate menunjukkan bahwa masih tingginya penularan yang terjadi di masyarakat. Hal ini sangat berbahaya. Positivity rate yang tinggi hanya dapat ditekan melalui kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan,” katanya melalui konferensi virtual, Selasa (15/12/2020).
Wiku menjelaskan bahwa pemerintah daerah dan Satgas Covid-19 di daerah diminta untuk terus melakukan penegakan disiplin secara konsisten terhadap masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan tanpa pandang bulu.
Masyarakat juga diminta terus patuhi protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Tujuannya, positivit rate dapat ditekan dan penularan tidak terjadi di tengah-tengah masyarakat.
“Saya meminta masyarakat untuk terus patuhi protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat, protokol kesehatan adalah kewajiban,” jelasnya.
Sementara itu, perkembangan tren kasus aktif pada 13 provinsi prioritas, per 13 Desember, terdapat 6 provinsi mengalami penurunan dari minggu ke minggu. Mereka adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Papua.
Sebaliknya, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Bali mengalami kenaikan.
“Bagi provinsi yang mencatatkan penurunan kasus, saya meminta capaian positif ini terus dijaga dan juga ditingkatkan. Selalu pastikan upaya 3T [testing, tracing dan treatment] dapat dilakukan dengan baik, sesuai standar, sehingga yang positif Covid-19 dapat terdeteksi lebih dini dan segera mendapatkan layanan kesehatan,” ucap Wiku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Solo Jogja, Jumat 23 Januari 2026, Berangkat dari Palur
- DPUPKP Sleman Siapkan Perbaikan dan Peningkatan 39 Saluran Irigasi
- Jadwal KRL Jogja Solo, Jumat 23 Januari 2026, Berhenti di 13 Stasiun
- Persija Hadapi Tantangan Berat Awali Putaran Kedua Liga Super
- Volkswagen Kudeta Tesla, Jadi Raja Penjualan Mobil Listrik Eropa 2025
- Pulau Jawa Dominasi Laporan Penipuan Keuangan, Kerugian Capai Rp9,1 T
- Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Jumat 23 Januari 2026
Advertisement
Advertisement




