Mahfud Konfirmasi Soal Rizieq dan Kekosongan Sosok Pemimpin Islam Kata JK

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (13/2/2020). - Antara
13 Desember 2020 10:57 WIB Hafiyyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Kemananan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengonfirmasi soal pernyataannya yang setuju dengan Jusuf Kalla terkait kekosongan pemimpin Islam.

Dalam cuitan di akun Twitter-nya, Mahfud menyampaikan dirinya setuju dengan Jusuf Kalla dalam konteks terjadi kekosongan pemimpin Islam yang berperan melakukan nahi munkar. Sebagai informasi, amar makruf nahi mungkar  adalah sebuah frasa dalam bahasa Arab yang berisi perintah menegakkan yang benar dan melarang yang salah.

"BERITA SALAH NARASI. Saya setuju dgn JK dalam konteks seperti terjadi kekosongan pemimpin Islam yang brperan melakukan nahi munkar. Seperti JK saya tak pernah mengatakan kekosongan pemimpin formal di Indonesia melainkan melemahnya peran 'nahi munkar' ormas dan parpol Islam," paparnya, Minggu (13/12/2020).

Menurut Mahfud, ketika 4 tahun lalu pada 2016 terjadi aksi besar 411 (4 November) dan 212 (2 Desember) melalui program ILC TV One dirinya menyebutkan, umat yang ikut membanjiri demo itu bukan karena pengikut FPI atau Rizieq Shihab.

Namun, kelompok massa tersebut numpang protes melalui orang yang berani ber-nahi munkar atau melarang yang salah. Menurut Mahfud, hal itu terjadi karena saat itu tokoh-tokoh dan ormas Islam lebih banyak mengingatkan soal amar makruf atau menegakkan kebenaran.

Dua pekan lalu, Mahfud diwawancari oleh satu televisi tentang pernyataan Jusuf Kalla bahwa fenomena Rizieq Shihab disebabkan terjadi kekosongan pemimpin Islam.

"Maka saya jawab, di ILC dulu saya sudah bilang begitu. Jadi saya setuju dengan Pak JK, terjadi kekosongan peran tokoh dan organisasi Islam, bukan pemimpin formal," imbuhnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia