Rangkuman Bencana Nasional: Banjir, Angin Kencang, Longsor
BNPB merilis rekap bencana 17–18 Januari 2026. Banjir, angin kencang, dan longsor melanda berbagai daerah, ribuan warga terdampak.
Ilustrasi work from home/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Beberapa masyarakat mulai terbiasa dengan pola bekerja jarak jauh, tetapi Microsoft menilai kebiasaan tersebut perlu diwaspadai agar pekerja makin tangguh terhadap segala kemungkinan.
Business Group Lead, Modern Workplace, Microsoft Indonesia Wahjudi Purnama mengatakan saat ini waktu kerja dari setiap orang bertambah setidaknya hingga 3 jam dalam satu minggu.
“Hal ini juga membuat kolaborasi [kontribusi] seseorang di perusahaan setelah jam kerja juga meningkat sebesar 30 persen sehingga dapat disimpulkan bahwa waktu kerja makin lama selama kerja dari rumah,” ujarnya saat diskusi virtual bersama Bisnis.com (JIBI), Kamis (10/12/2020).
Berdasarkan data dari internal Microsoft menunjukkan bahwa waktu rapat pun turut beralih yang sebelumnya pekerja terbiasa di pukul 8—11 siang, kini mulai bergeser menjadi jam 3—6 sore.
Selain itu, terjadi juga peningkatan panggilan dari atasan seringkali sampai larut malam. Dia menyebutkan perusahaan melihat bahwa kegiatan komunikasi masih berlangsung sejak jam 6—12 malam dengan peningkatan hingga 52 persen.
“Bahkan 10 persen pekerja yang minim kolaborasi di akhir pekan, sekarang juga mulai kolaborasi karena persentasenya meningkat 3 kali lipat dalam satu bulan. Waktu rapat daring juga meningkat rata-rata 3 meeting per orang atau 10 persen dalam waktu satu minggu,” katanya.
Namun, dia melanjutkan bahwa walaupun jumlah pertemuan meningkat, durasi rapat pun bergeser menjadi lebih pendek, yakni pola durasi rapat 10—30 menit meningkat 20 persen, sedangkan meeting hingga 1 jam ke atas berkurang 11 persen.
Wahjudi pun melihat bahwa terdapat beberapa risiko yang bisa menghampiri pekerja dengan dihadapkan pada pola bekerja jarak jauh yang saat ini masih dijalankan, sehingga dia memberikan saran untuk menyesuaikan metode yang tepat agar muncul simbiosis mutualisme antara pekerja dan atasan.
“Pekerja berisiko alami burn out atau kondisi stres saat bekerja. Perusahaan disarankan untuk tetap membuat batas-batas komunikasi di luar jam kerja,” ujarnya.
Dia melanjutkan bahwa atasan perlu mewaspadai perkembangan karir karyawan selama bekerja jarak jauh, di mana perusahaan perlu mengkaji kembali cara mengukur kinerja pegawai, meskipun dari jarak jauh. Berdasarkan riset tersebut, pekerja dengan kepribadian tertutup atau introvert biasanya bekerja lebih baik di rumah, tetapi pekerja ekstrovert akan kesulitan mencapai kinerja maksimal.
“Perusahaan perlu menerapkan fleksibilitas dan empati. Riset menunjukkan, hampir setengah atau 47 persen orang yang bekerja dari rumah melaporkan gangguan teknis pekerjaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
BNPB merilis rekap bencana 17–18 Januari 2026. Banjir, angin kencang, dan longsor melanda berbagai daerah, ribuan warga terdampak.
Film Hello Kitty garapan Hollywood dijadwalkan tayang 2028 dengan sutradara Moana 2 dan Ultraman: Rising.
TPR lama Parangtritis dibongkar di Bantul, akses wisata dialihkan sementara dan jalur utama ditata ulang untuk kelancaran lalu lintas.
Apple Shortcuts di iOS bisa digunakan untuk melacak iPhone hilang lewat foto dan lokasi otomatis sebagai lapisan keamanan tambahan.
“Restorasi Gumuk Pasir menjadi salah satu program unggulan dalam penataan kawasan wisata pantai selatan,"
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.