Kasus Terus Meningkat, Pimpinan DPR Minta Pemerintah Evaluasi Total Penanganan Covid-19

Puan Maharani - Antara/Istimewa
04 Desember 2020 15:47 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pada Kamis (3/12/2020) kemarin, terjadi penambahan 8.369 kasus positif di Indonesia dalam sehari. Angka itu juga merupakan rekor tertinggi selama pandemi Covid-19 melanda Tanah Air.

Menanggapi kondisi itu, Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkapkan keprihatinannya dan meminta pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi penanganan Pandemi Covid-19 yang sudah memasuki bulan kesepuluh di Indonesia.
 
“Dengan tembusnya rekor baru, pemerintah harus evaluasi menyeluruh strategi penanganan pandemi ini untuk menemukan bagian apa lagi yang harus kita gencarkan. Selama ini upaya penanggulangannya sudah luar biasa, termasuk peran tenaga kesehatan dan masyarakat. Tapi, pemerintah harus jadi motor penggerak untuk melahirkan usaha yang lebih dari luar biasa,” kata Puan dikutip dari laman dpr.go.id, Kamis (3/12/2020).
 
Lebih lanjut, Puan menyampaikan bahwa pemerintah harus menangkap kekhawatiran masyarakat akibat pandemi ini, terlebih ihwal angka penularan dan korban jiwa yang masih sangat tinggi.

Bahkan, catatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang menyebutkan 180 dokter meninggal akibat Covid-19 hingga awal Desember 2020 juga harus menjadi perhatian pemerintah.
 
“Ada baiknya kita mawas diri, instrospeksi langkah penanggulangannya. Jangan sampai masyarakat lelah dan tidak mau lagi mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Puan pun mendorong pemerintah menguatkan pencegahan dari hulu yaitu dengan memperluas bantuan vitamin dan jamu agar kesehatan dan imunitas masyarakat terjaga.

Langkah ini dinilainya penting untuk dilakukan sambil menunggu tersedianya vaksin sebagai salah satu langkah penanggulangan Covid-19.
 
Hal lain yang tak kalah penting, sambung Puan, adalah menguatkan sinergi birokrasi, pemerintah pusat dan pemerintah daerah, untuk mengoptimalkan penanganan pandemi.

Cucu Presiden Soekarno ini juga mengingatkan agar kebijakan yang diambil harus didasarkan pada data akurat dan mempertimbangkan berbagai masukan.

“Ini tentang kemanusiaan, maka sinergi sangat penting. Utamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat, jangan politisasi keadaan,” paparnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia