Ratusan Pemuda Kota Magelang Dibekali Jadi Penggerak Potensi Daerah
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menyapa warga dalam kegiatan Mlaku-mlaku Tilik Kampung di Gelangan, Kamis (3/12/2020)./Ist-dok Prokompim Pemkot Magelang
Harianjogja.com, MAGELANG - Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menutup kegiatan Mlaku-mlaku Tilik Kampung di Kelurahan Gelangan, Kecamatan Magelang Tengah, Kamis (3/12/2020). Kegiatan yang digelar Pemkot Magelang ini merupakan ajang penguatan Satgas Jogo Tonggo di tiap RW.
"Meski telah berakhir, namun edukasi tentang protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19 dipastikan akan tetap bergulir," kata Sigit setelah memberikan bantuan paket sembako secara door to door menyusuri jalan dan gang kecil, untuk menyapa warganya.
Ia menjelaskan kegiatan Mlaku-mlaku Tilik Kampung ini bertujuan untuk penguatan Satuan Tugas (Satgas) Jogo Tonggo dan bersilaturahim dengan warga Kelurahan Gelangan. Di samping itu, juga untuk mengedukasi penerapan protokol kesehatan.
Baca juga: KABAR WISATA: Berpetualang Naik Jip Menaklukkan Pegunungan Menoreh
SIgit mengaku kagum dengan komitmen warga Gelangan yang senantiasa melakukan protokol kesehatan. Termasuk juga menggaungkan pola hidup bersih dan sehat. Dampaknya, kampung-kampung terlihat sangat bersih, lingkungannya baik, masyarakatnya guyub dan rukun.
"Adanya pandemi Covid-19 ini tak membuat masyarakat berkeluh kesah, tapi tetap semangat menjalankan aktivitasnya, dengan protokol kesehatan,” katanya.
Dalam kegiatan itu, Sigit memberikan bantuan sebanyak 141 paket sembako serta alat protokol kesehatan berupa face shield, thermo gun, dan hand sprayer disinfektan. Ia berharap bantuan tersebut bisa mengurangi beban masyarakat yang terdampak pandemi mengingat saat ini kurva Covid-19 sedang meningkat. "Mari kita bersama-sama melawan Covid-19 ini dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan,” ujarnya.
Baca juga: Zonasi Risiko Tidak Cukup Jadi Dasar Sekolah Tatap Muka di Jogja
Kelurahan Gelangan memiliki luas wilayan 89,81 hektare. Terdiri atas 10 RW dan 65 RT. Topografi Kelurahan Gelangan yang kompleks dengan banyaknya tanah miring dan kontur tanah tertentu, membuat kawasan itu rawan terjadi bencana alam seperti tanah longsong.
Sementara itu, Lurah Gelangan, Sugeng Sunarso memberikan apresiasi kepada Walikota Magelang dan jajaran pemerintah yang terus peduli terhadap masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
”Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Walikota, yang tidak lelah memberikan semangat kepada kami agar Covid-19 ini terus dilawan. Satgas Jogo Tonggo juga senantiasa mendapat kepedulian untuk terus menyuarakan hal edukatif kepada warga tentang protokol kesehatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
DPRD Bantul siap dukung kebutuhan anggaran sarana PSEL guna atasi bom waktu persampahan. Pengolahan sampah ini diproyeksikan capai 1.000 ton per hari.
KPK menggeledah kantor Kementerian ATR/BPN di Jakarta Selatan terkait kasus suap SHGB Summarecon Bogor. Tiga koper barang bukti diangkut penyidik.
Data center AWS di Bahrain dan UEA rusak diserang drone serta rudal Iran. Data pelanggan hilang permanen dan proses pemulihan butuh waktu lama.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid soroti mafia tanah yang sulit diberantas lewat kelakar "sampai kiamat kurang dua hari". Ini klarifikasi kementerian.
Puluhan siswa dua sekolah di Temon Kulonprogo diduga keracunan makanan program MBG. Dinkes lakukan investigasi dan kirim sampel ke lab.