Sri Mulyani Yakin Indonesia Jadi Negara Maju

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
29 November 2020 09:17 WIB Rio Sandy Pradana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan cita-cita untuk Indonesia menjadi negara maju pada 2045 ini merupakan sesuatu yang bisa dicapai.

Menurutnya Indonesia diyakini bisa menjadi negara maju dan mampu bersaing dengan seperti Jepang, Korea Selatan atau Singapura.

"Saat ini, Indonesia termasuk dalam negara berpendapatan menengah. Meskipun begitu, jika dilihat dari pertumbuhan pendapatan per kapita, kita makin menunjukkan peningkatan menuju negara berpendapatan menengah atas [middle upper income country]," kata Sri Mulyani dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @smindrawati, Sabtu (28/11/2020).

Dia menuturkan apabila Indonesia bisa maju terus maka bangsa ini akan menjadi negara dengan ekonomi yang sangat besar dan bisa masuk peringkat ke-5 besar dunia dengan pendapatan per kapita mencapai US$23.199.

Dari sisi prospek demografi terdapat 318 juta penduduk dengan 65 persen di antaranya merupakan usia produktif. Sebanyak 73 persen akan tinggal di perkotaan dengan 70 persen kelas menengah.

Menurutnya, peralihan menjadi negara maju harus diikuti dengan peralihan dari transformasi sektor-sektor usaha baik manufaktur maupun jasa dengan produktivitas yang tinggi.

Tidak hanya itu, kata Menkeu, Indonesia juga harus mengejar ketertinggalan pembangunan berbagai infrastruktur, penyederhanaan sistem regulasi, birokrasi, serta yang tak kalah penting peningkatan kualitas SDM untuk menopang transformasi sektor usaha dengan menyediakan SDM yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan zaman.

"Terus pacu semangat dan optimisme agar Indonesia maju tidak hanya ada dalam bayangan kita saja, tetapi dapat segera diwujudkan untuk masa depan para generasi penerus bangsa," ujarnya.

Sumber : bisnis.com