Advertisement
Distribusi Vaksin Covid-19 di Indonesia Bakal Tak Mudah, Ini Alasannya!
Petugas kesehatan menunjukan vaksin saat simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Distribusi vaksin Covid-19 bisa datangkan cuan bagi industri farmasi dan jasa logistik. Namun, pendistribusiannya tidak semudah yang dibayangkan.
Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menuturkan pendistribusian vaksin Covid-19 di Indonesia menjadi peluang dan tantangan, bagi penyedia jasa logistik dan distribusi farmasi, serta kurir.
Advertisement
"Peluangnya besar karena volume vaksin yang harus didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia dengan kondisi geografis negara maritim dengan sekitar 17.500 pulau untuk menjangkau sekitar 270 juta penduduk. Pendistribusian ke rumah sakit hingga puskesmas di tingkat desa/kelurahan," ujarnya kepada Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com, Selasa (24/11/2020).
Pendistribusian vaksin, kata dia, menjadi tantangan karena proses penyimpanan dan pengiriman yang sangat khusus sesuai karakteristik produknya.
Menurutnya, pendistribusian vaksin harus dilakukan dalam suatu sistem rantai dingin (cold chain system) untuk menjamin efisiensi produk, potensi keselamatan, dan usia penyimpanan.
Penyimpanan vaksin membutuhkan prasarana khusus seperti freezer dan cold room. Dalam proses pendistribusiannya, diperlukan armada seperti reefer truck, peralatan seperti insulated container, serta bahan-bahan seperti ice pack & ice gel. Dalam keseluruhan proses, diperlukan temperature monitoring device.
"Pendistribusian vaksin itu berpotensi membutuhkan peranan jasa kurir karena pengantaran pada tahap akhir dilakukan ke lokasi-lokasi yang berjumlah sangat banyak dan tersebar, misalnya ke puskesmas-puskesmas. Pendistribusian dalam volume kecil untuk setiap lokasi, tetapi harus secara cepat," paparnya.
Dia menjelaskan guna dapat menangkap potensi tersebut, selain harus menyediakan peralatan yang disyaratkan, pelaku usaha logistik harus memahami Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), termasuk mengenai cold chain product (CCP).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Sekolah Bantul Diminta Prioritaskan Jasa Lokal untuk Study Tour
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Bantul dan Jogja Terdampak Gempa, 40 Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit
- Ivar Jenner Resmi Gabung Dewa United Banten FC
- Kemiskinan DIY Turun 3.030 Orang, Gini Ratio Membaik
- Dua Warga Bandung Tewas Tertimbun Saat Gali Peti Harta Karun
- Bank Jateng Batang Tanam 200 Kopi di Curug Genting
- Jop van der Avert Langsung Nyaman di PSIM Jogja
- BNNK Sleman Edukasi Narkoba lewat Upacara Bendera, Sasar 4.142 Siswa
Advertisement
Advertisement



