Pakar dari UI: Imunisasi Covid-19 Massal Ciptakan Herd Immunity

Ilustrasi-Seorang pekerja melakukan pemeriksaan kualitas di fasilitas pengemasan produsen vaksin China, Sinovac Biotech - Antara/Reuters
16 November 2020 22:37 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Disinyalir masih ada keraguan di kalangan masyarakat atas keamanan vaksin Covid-19 yang tengah diuji coba oleh beberapa peneliti. Hal itu terjadi karena masih adanya informasi negatif yang berkembang terkait keefektivan vaksin Covid-19.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Cissy Kartasasmita mengatakan mitos seputar vaksin cukup banyak. Masyarakat harus pandai memastikan informasi yang benar.

“Hal yang tidak masuk akal, harus kita tinggalkan. Terutama harus hati-hati untuk membagikannya dengan orang lain,” kata Cissy melalui diskusi virtual, Senin (16/11/2020).

Cissy menjelaskan vaksin merupakan cara mencegah infeksi penyakit tertentu dengan efisien dan efektif.

Vaksin terbukti mampu mencegah banyak penyakit seperti, BCG, Polio, Hepatitis B, Campak, Rubela, Hib, PCV, Influenza, Dengue, dan HPV.

“Yang perlu diketahui pula apabila kita melakukan imunisasi pada banyak orang maka akan timbul yang disebut dengan imunitas populasi atau dikenal dengan herd immunity. Ini akan melindungi orang lain yang belum atau tidak bisa diberi vaksin seperti bayi atau orang dengan penyakit gangguan imun,” jelasnya.

Penolakan yang luas terhadap vaksin justru menghambat terciptanya kekebalan kelompok yang diinginkan. Minimal cakupan imunisasi mencapai 70 persen dari jumlah populasi.

“Teknologi dan kemampuan sumber daya yang maju, serta ketersediaan biaya, mempercepat proses penemuan vaksin di mana fase-fase yang harus dilalui dilakukan secara paralel,” jelasnya.

Berdasarkan laporan keamanan uji klinik vaksin Covid-19 fase satu dan dua pada publikasi internasional, hasilnya baik. Fakta tersebut menarik minat lebih dari 2.000 relawan untuk berpartisipasi pada uji klinik fase tiga di Bandung.

Dari 2.000 relawan tersebut, 1.620 relawan memenuhi syarat untuk berpartisipasi hingga saat ini telah selesai divaksinasi dan menuggu laporan hasil uji resminya.

Sumber : Bisnis.com