Tanggapan Rocky Gerung soal Sikap Gatot Nurmantyo & Habib Rizieq

Pakar filsafat politik Indonesia Rocky Gerung memberikan pemaparan saat Forum Pikiran, Akal dan Nalar (Roadshow Polmark Indonesia dan Partai Amanat Nasional) di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (5/3/2019). - ANTARA/Didik Suhartono
12 November 2020 20:37 WIB Ika Fatma Ramadhansari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Akademisi Rocky Gerung angkat bicara tentang Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan juga Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Dua tokoh tersebut memang menjadi fokus utama pembicaraan di berbagai kanal media sosial. Setelah kembali ke Indonesia, Rizieq menggaungkan revolusi akhlak, sedangkan Gatot Nurmantyo dikenal dengan gerakan moral.

BACA JUGA : Habib Rizieq Tawarkan Rekonsiliasi dengan Pemerintah, Istana

Rocky menilai kedua tokoh ini berada pada kubu yang berupaya mengevaluasi politik atau yang kini biasa disebut kubu oposisi. Hal ini diungkapkannya melalui video yang diunggah melalui akun YouTube Rocky Gerung dengan judul Gatot Nurmantyo dan Habib Rizieq Bikin Istana Tambah Bingung pada Rabu (11/11/2020).

Rocky berpendapat Habib Rizieq dan Gatot ini telah selesai dengan seluruh persoalan hidupnya sehingga sisa energinya diinvestasikan di dalam politik. Keduanya dinilai tengah mencari cara supaya bangsa ini bisa dihidupkan dengan fasilitas moral.

"Jadi selalu mereka yang sudah purna di dalam soal hidup, dia akan masuk di dalam wilayah moral, wilayah akhlak," terang Rocky seperti dikutip dari media tersebut, Kamis (12/11/2020).

Rocky mengklaim kedua tokoh melihat dalam kehidupan saat ini, publik diikat oleh semen sosial yang disebut injustice, semen kebudayaan yang disebut sebagai value, semen politik yang disebut sebagai oposisi.

Rocky menyimpulkan semen ini kuat sekali dan bukan semen 'kaleng-kaleng'. "Bukan seperti semen kolam istana yang merembes dan berefek kemana-mana," celotehnya.

BACA JUGA : Kritik ke Pemerintah, Rizieq Minta Utamakan

Menurutnya tokoh seperti Gatot, Habib Rizieq, Refly Harun, Said Didu, dan Orang-orang di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Rizal Ramli, Haris Azhar, Asfinawati tidak bisa dikendalikan oleh pemerintah atau siapapun.

Rocky sendiri mengartikan lautan orang saat penjemputan Rizieq adalah penyerahan moral bangsa ini dan menyerahkan akhlak ini kepada Rizieq.

"Orang berkumpul bukan untuk menjemput Habib Rizieq, orang berkumpul untuk menyerahkan moral bangsa ini dan menyerahkan akhlak ini pada dia. Begitu juga dengan deklarasi-deklarasi di daerah. Begitu Gatot ada, kami itu setiap hari memberikan deklarasi walaupun dilarang, karena orang ingin menyerahkan share moralnya pada pemimpin itu, share akhlaknya pada Gatot," terang Rocky. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia