Kemenag: 15 Anggota Jemaah Umrah Indonesia Positif Covid-19

Jemaah yang akan pergi umrah meninggalkan bandara setelah mendapat kepastian gagal berangkat ke Tanah Suci Mekah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2/2020). - JIBI/Bisnis.com/Eusebio Chrysnamurti
11 November 2020 19:47 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian Agama mencatat 15 orang yang beribadah umrah di Arab Saudi terkonfirmasi positif virus Corona (Covid-19).

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim menjelaskan sampai saat ini Indonesia sudah memberangkatkan tiga gelombang atau kloter jemaah umrah ke Arab Saudi.

Kloter pertama pada 1 November 2020 sebanyak 224 orang, kemudian yang kedua pada 3 November 2020 sebanyak 89 orang, dan yang ketiga pada 8 November sebanyak 46 orang.

“Betul bahwa ada jemaah yang terkonfirmasi positif setelah PCR di Mekah, dan tengah melakukan karantina,” kata Arfi pada konferensi pers virtual BNPB, Rabu (11/11/2020).

Arfi memerincikan, dari data hasil dua kali swab test pada kloter pertama ada 8 jemaah yang terkonfirmasi positif. Kemudian gelombang kedua ada 5 orang yang terkonfirmasi, dan gelombang 3 sampai selesai tidak ada.

“Total positif Corona sudah 15 orang jemaah kita,” ungkapnya.

Saat ini, penanganan kepada jemaah yang terkonfirmasi positif Covid-19 telah dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi.

“Sudah dilakukan isolasi, sambil menunggu waktu akan dilakukan tes ulang. Ini pengamanan, sanitasi, sampai konsumsi, itu menjadi perhatian dari pihak pelaksana dan Kemenkes Arab Saudi,” jelasnya.

Hal ini, kata Arfi juga menjadi titik kritis yang perlu dievaluasi, karena harapannya para jemaah yang pergi ke Tanah Suci bisa berangkat dan pulang dalam kondisi sehat.

“Kita sudah membuat mitigasi, beberapa titik-titik kritis dengan penyelenggaran umrah dengan mempertimbangkan segala risiko terburuk,” kata dia.

Arfi juga mengungkapkan, kondisi terkini secara umum terpantau protokol kesehatan berjalan dengan lancar dan tetap dipatuhi oleh para jemaah.

“Perlu diingat bahwa kesempatan yang diberikan untuk warga negara dari luar Arab Saudi sejak 1 November 2020 adalah dalam konteks uji coba. Tentu dari hasilnya akan ada beberapa evaluasi,” tegasnya.

Adapun, di lapangan ada beberapa perubahan kebijakan yang dilakukan pemerintah Arab Saudi, Arfi mengimbau masyarakat yang bakal segera berangkat umrah untuk memahami dan menghormati dalam upaya untuk pencegahan dan perlindungan kepada WNI yang melaksanakan ibadah umrah.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia