Begini Penjelasan Rizieq Shihab soal ‘Overstay’ dan Pencekalan di Arab Saudi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab, Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain dalam pertemuan di kediaman Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2020) malam. ANTARA - HO/Instagram Tengku Zulkarnain
11 November 2020 10:37 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Meski ada pihak-pihak yang berupaya untuk mempersulit dirinya, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) mengaku selama berada di Makkah, Arab Saudi dirinya tidak pernah mengalami kesulitan.

Dia mengaku selain segala urusannya lancar di negara itu, dirinya banyak dikunjungi para sahabat di Makkah maupun dapat kunjungan dari sahabat dari Indonesia.

Bahkan, apa yang dia lakukan di Indonesia seperfi  berdakwah, juga  bisa dilakukan di Kota Suci Makkah. Demikian juga dengan kegiatan ibadah lainnya.  

“Di Makkah kita mendapatkan kenikmatan yang luar biasa. Di sini kita banyak kawan, di sana kita juga banyak kawan,” katanya, Rabu (11/11/2020).

Baca juga: Gubernur Anies Bertemu Rizieq Shihab, Ini yang Mereka Lakukan

Soal isu overstay dirinya di negara itu, HRS mengakui hal itu bukanlah satu pelanggaran keimigrasian seperti yang dituduhkan. Menurutnya, overstay itu terjadi selama sebulan dan hal itu tidak mengubah statusnya sebagai pendatang.

Adapun, soal pencekalan dirinya yang disebut sebagai pelaku pelanggaran hukum, dia menjelaskan  bahwa hal itu semata-mata untuk alasan keamanan dari pemerintah Arab Saudi.

Sementara itu, jaringan televisi  milik Front Pembela Islam (FPI), Front-TV menyiarkan tayangan doa bersama para pendukung organisasi itu yang dipimpin langsung oleh Rizieq setelah tiba di di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat kemarin.

"Kepulangan saya tidak lain dan tidak bukan ingin berkumpul kembali ke Indonesia dan ingin berjuang kembali bersama serta mengajak revolusi akhlak untuk selamatkan NKRI," katanya.

Sumber : bisnis.com