Libur Panjang, Kendaraan Pribadi Dominasi Lalu Lintas

Kendaraan memadati ruas Tol Jagorawi KM 6 di Jakarta, Kamis (29/10/2020). PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mencatat sebanyak 336.929 kendaraan telah meninggalkan wilayah DKI Jakarta selama dua hari pada 27-28 Oktober 2020 dalam periode libur panjang Maulid Nabi dan cuti bersama atau meningkat 40,5 persen dibanding biasanya. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
01 November 2020 21:57 WIB Rinaldi Mohammad Azka News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan kendaraan pribadi mendominasi lalu lintas selama libur panjang Oktober 2020, baik melalui jalur darat dan penyeberangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengungkapkan pada Sabtu, 31 Oktober 2020 terjadi peningkatan arus lalu lintas 10,85 persen terhadap LHR normal (146.349 kendaraan).

"Secara kumulatif terjadi peningkatan 12,91 persen dibandingkan LHR Normal sejak Jumat, 23 Oktober 2020. Arus lalu lintas tertinggi terjadi pada hari Rabu, 28 Oktober 2020 sebesar 192.754 kendaraan dgn peningkatan sebesar 46 persen dari LHR Normal," paparnya, Minggu (1/11/2020).

Pada Sabtu, 31 Oktober 2020 terjadi peningkatan 41,21 persen terhadap LHR Normal (160.204 kendaraan). Secara kumulatif terjadi peningkatan 17,92 persen dibandingkan LHR Normal.

Baca juga: Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor 2 Pekan Mulai Selasa, Sepeda Dilarang Berhenti

Arus lalu lintas tertinggi terjadi pada Sabtu, 31 Oktober 2020 sebesar 160.204 kendaraan dengan peningkatan sebesar 41,21 persen dari LHR Normal. Dari Selasa hingga Jumat terjadi pergerakan mudik keluar Jakarta sebanyak 655.365 Kendaraan.

"Pada Sabtu 31 Oktober 2020 terjadi peningkatan arus lalu lintas arah menuju Jakarta arus balik sebanyak 160.204 kendaraan [41,21 persen terhadap LHR Normal]. Hingga Sabtu 31 Oktober 2020 Terdapat 355.121 kendaraan atau 54,19 persen belum kembali ke Jakarta," katanya.

Di sisi lain, pada angkutan penyeberangan terjadi peningkatan yang paling tinggi lintas Merak – Bakauheni terjadi pada kendaraan truk sebesar 39 persen yaitu dari 18.468 kendaraan pada masa Idul Adha menjadi 25.595 kendaraan pada masa Maulid Nabi Muhammad SAW atau meningkat sebanyak 7.127 kendaraan.

Untuk lintas penyeberangan Bakauheni – Merak peningkatan terjadi pada jenis kendaraan truk 38 persen yaitu dari 17.630 kendaraan pada masa Idul Adha menjadi 24.280 kendaraan pada masa Maulid Nabi Muhammad SAW atau meningkat sebanyak 6.650 kendaraan.

"Total untuk lintas penyeberangan Merak – Bakauheni maupun sebaliknya terjadi peningkatan sebesar 38 persen untuk kendaraan truk atau meningkat dari 36.098 kendaraan pada masa Idul Adha menjadi 49.875 kendaraan pada masa Maulid Nabi Muhammad atau meningkat sebanyak 13.777 kendaraan," ungkapnya.

Baca juga: Jaga Jarak Paling Sulit Diterapkan di Objek Wisata di Sleman

Peningkatan yang paling tinggi untuk lintas Ketapang – Gilimanuk terjadi pada kendaraan roda dua sebesar 192 persen yaitu dari 2.748 kendaraan pada masa Idul Adha menjadi 8.033 kendaraan pada masa Maulid Nabi Muhammad SAW atau peningkatan sebanyak 5.285 kendaraan.

Untuk lintas penyeberangan Gilimanuk – Ketapang peningkatan yang paling tinggi terjadi pada jenis kendaraan roda empat sebesar 20 persen yaitu dari 11.700 kendaraan pada masa Idul Adha menjadi 14.003 kendaraan pada masa Maulid Nabi Muhammad SAW atau meningkat sebanyak 2.303 kendaraan.

Total untuk lintas penyeberangan Ketapang - Gilimanuk maupun sebaliknya terjadi peningkatan tertinggi sebesar 64 persen untuk kendaraan roda empat atau naik dari 17.000 kendaraan pada masa Idul Adha menjadi 27.898 kendaraan pada masa Maulid Nabi Muhammad SAW atau meningkat sebanyak 10.898 kendaraan.

Sumber : bisnis.com