Kasus MBG Diusut, Kejagung Buka Peluang Tersangka Baru
Kejagung dalami kasus korupsi program MBG, 4 tersangka ditahan, peluang tersangka baru terbuka.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat berpidato dalam acara pembukaan Rakorbidnas Kebudayaan PDIP secara daring, Sabtu (31/10/2020). /Suara.com-Bagaskara Asdiansyah
Harianjogja.com, JAKARTA - Pernyataan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang mempertanyakan sumbangsih kaum milenial selain berdemo menjadi viral. Rupanya, ia sudah memperkirakannya.
Akibat viralnya pernyataan tersebut, Megawati mendapat banyak kritik dari kalangan milenial. Kini, ia kembali membuat pernyataan untuk menjelaskan maksud pernyataannya terdahulu.
Mega mengutarakan hal tersebut saat berpidato dalam acara Rakorbidnas Kebudayaan Gerakan Menanam Pohon Kepala Daerah PDI Perjuangan se-Indonesia yang dilaksanakan secara daring, Sabtu (31/10/2020).
Baca juga: Megawati Sindir Lagi Milenial: Jangan Mejeng Doang
Mega menjelaskan, mengapa dirinya di-bully ketika mempertanyakan sumbangsih milenial saat ini.
Ia mengakui tahu kekinian banyak anak muda yang berhasil, namun hanya sekadar menjadi pengusaha.
"Saya tahu banyak anak muda berhasil tapi kan menjadi pengusaha, yang saya maksud berapa yang kamu tolong untuk rakyat," kata Mega.
Ia mengakui heran mengapa cibirannya terhadap milenial bisa viral dan bahkan dibawa menjadi pembahasan sebuah gelar wicara.
Baca juga: Hari Ini, Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari Bebas
"Bilang milenial enggak boleh dimanja, wah sampai talkshow, wah aku sampai mikir keren ya gue, keren ya sampai dibawa talkshow-talkshow segala, yang benere opo to yo?" ungkapnya.
Mega menegaskan, cibirannya bertujuan untuk menggembleng rakyat khususnya anak muda untuk membawa kembali tanah air ke Indonesia Raya.
"Kan itu harusnya rakyat Indonesia memang digembleng untuk apa? Untuk punya fighting spirit. Tahu arahnya ke mana? untuk kemajuan bangsa, untuk kembali ke Indonesia raya, bisa apa enggak sih jadi Indonesia raya? bisa lah," kata dia.
Mega cibir peran milenial
Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta Presiden Joko Widodo untuk tidak memanjakan generasi milenial.
Menurut Mega, hal itu agar kaum milenial bisa memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara serta mampu bersaing secara global.
Megawati lantas mempertanyakan apa saja sumbangsih yang sudah diberikan generasi milenial saat ini kepada negara.
Baca juga: Harga Hotel di Jogja Naik 1.500%, PHRI Khawatirkan Citra Destinasi Wisata
"Anak muda kita, aduh saya bilang ke presiden, jangan dimanja. Saya mau tanya hari ini, apa sumbangsihnya generasi milenial, yang sudah tahu teknologi, bisa virtual tanpa bertatap langsung, apa sumbangsih kalian untuk bangsa dan negara ini?" kata Megawati dalam acara peresmian Kantor PDIP secara virtual, Rabu (28/10/2020).
Presiden kelima RI itu juga menyayangkan generasi milenial sekarang yang hanya bisa protes dengan melakukan demonstrasi.
Megawati juga mencibir aksi demonstrasi generasi milenial itu tak jarang berujung kerusuhan, merusak fasilitas umum.
"Apa sumbangsih kalian terhadap bangsa dan negara ini. Masak hanya demo saja? Nanti saya di-bully ini. Saya enggak peduli, hanya demo saja ngerusak, apakah ada dalam aturan berdemo, boleh saya kalau mau debat," ucapnya.
Megawati menegaskan, dirinya bukan melarang orang untuk menyampaikan pendapat sebagai bagian dari reformasi, tetapi jika sudah merusak fasilitas umum, itu bukan lagi termasuk penyampaian pendapat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kejagung dalami kasus korupsi program MBG, 4 tersangka ditahan, peluang tersangka baru terbuka.
PMII DIY mendorong mahasiswa memperkuat analisis kebijakan publik agar gerakan kampus lebih strategis dan berdampak bagi masyarakat.
PPDB Jogja 2026 disorot DPRD Kota Yogyakarta. Disdikpora diminta menutup celah titip KK dan memperkuat verifikasi data kependudukan.
Ekonomi Batang tumbuh 7,74% pada 2025, lampaui nasional. Bupati Faiz raih penghargaan bergengsi.
AS vs Paraguay di Piala Dunia 2026 Grup D, simak jadwal, prediksi skor, dan susunan pemain terbaru.
Rupiah melemah dan IHSG turun, ekonom UKDW sebut kepercayaan investor menurun dan ancam ekonomi nasional.