WHO Sebut Banyak Negara dalam Jalur Bahaya Tangani Covid-19

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberi info perkembangan situasi wabah Covi-19 di Jenewa, Swiss (24/2/2020). - Antara/Reuters
25 Oktober 2020 06:47 WIB Mia Chitra Dinisari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Dunia sekarang berada pada titik kritis dalam pandemi Covid-19 dan beberapa negara berada di jalur yang berbahaya dalam menangani kasus covid-19 di wilayahnya. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Kita berada pada titik kritis dalam pandemi Covid-19, terutama di belahan bumi utara," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers seperti dilansir dari Channel News Asia, mengutip Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com, Sabtu (24/10/2020). 

"Beberapa bulan ke depan akan menjadi sangat sulit dan beberapa negara berada di jalur yang berbahaya." Tambahnya.

Baca Juga: Mobil Laboratorium Covid-19 Berbasis 5G Dikembangkan di China

Dia mendesak para pemimpin untuk segera mengambil tindakan, untuk mencegah kematian yang tidak perlu lebih lanjut, layanan kesehatan penting dari runtuh dan sekolah-sekolah ditutup lagi. Peringatan itu pernah dikatakannya pada bulan Februari dan dia ulangi hari ini.

Tedros mengatakan terlalu banyak negara yang sekarang mengalami peningkatan infeksi secara eksponensial, "dan itu sekarang mengarah melonjaknya pasien di rumah sakit dan unit perawatan intensif.

Dia mengatakan negara-negara harus mengambil tindakan untuk membatasi penyebaran virus dengan cepat, meningkatkan pengujian, melacak kontak orang-orang yang terinfeksi dan mengisolasi mereka yang berisiko menyebarkan virus. Bahkan bagi beberapa negara yang kasusnya terus meningkat, akan diimbau untuk lockdown. 

Beberapa negara di Eropa melaporkan tingkat infeksi lebih tinggi daripada selama gelombang pertama pandemi pada Maret dan April, dimana Spanyol sekarang memiliki lebih dari tiga juta kasus.

Pemerintah di seluruh benua memberlakukan pembatasan baru yang mendesak pada kehidupan sehari-hari, misalnya Prancis memperpanjang jam malam untuk 46 juta warganya, dan Irlandia memberlakukan lockdown lagi.

Baca Juga: IMA Keluarkan 5 Butir Deklarasi agar RI Keluar dari Pandemi Covid

"Meningkatnya infeksi Covid-19 menimbulkan ancaman besar bagi kesehatan masyarakat, dengan sebagian besar negara memiliki situasi epidemiologis yang sangat mengkhawatirkan," kata Andrea Ammon, direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC).

Badan tersebut mengatakan semua negara Uni Eropa kecuali Siprus, Estonia, Finlandia dan Yunani termasuk dalam kategori "perhatian serius", seperti halnya Inggris, yang kasusnya naik dari hanya tujuh bulan lalu.

Di seluruh dunia, Covid-19 kini telah merenggut nyawa 1,1 juta orang - sekitar seperlima di Amerika Serikat dan menginfeksi hampir 42 juta orang.

Sumber : bisnis.com