Ini Jadwal Penyuntikan Vaksin Covid-19

Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. - Antara/Dhemas Reviyanto
21 Oktober 2020 16:47 WIB Desyinta Nuraini News Share :

Hariajogja.com, JAKARTA - Vaksin Merah Putih untuk mengatasi Covid-19 diperkirakan mulai disuntikkan kepada manusia pada triwulan III/2021.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Universitas Indonesia, sedang memasuki tahapan uji pada hewan dan diharapkan rampung pada akhir 2020.

Dengan demikian kata Bambang, pada triwulan I/2021 bibit vaksin sudah bisa diserahkan ke PT Bio Farma (Persero) untuk dilakukan uji klinis kepada manusia.

Jiks semua proses berjalan lancar, diperkirakan Vaksin Merah Putih bisa disuntikkan pada triwulan III/2021. "Harapannya kalau lancar paling cepat triwulan III/2021, Vaksin Merah Putih sudah bisa tersedia dalam jumlah besar dan mulai bisa divaksinasi," ujar Bambang dalam konferensi pers virtual kemarin.

Dia menegaskan bahwa dalam proses pengembangan vaksin tersebut selalu mengikuti protokol secara disiplin dan ketat.

Saat ini, pihaknya telah mengirim 114 whole genome sequencing (WGS) dari pasien positif Covid-19 di Indonesia kepada GISAID untuk mempercepat pembuatan Vaksin Merah Putih.

“Untuk memperkuat vaksin tersebut kita terus melakukan WGS untuk mempelajari karakter virus yang bertransmisi di Indonesia. Saat ini kita sudah mengirimkan sebanyak 114 WGS kepada GISAID yang merupakan bank data virus influenza di dunia,” tuturnya.

Vaksin Merah Putih memiliki perbedaan jika dibandingan dengan vaksin lainnya seperti Sinovac dan Sinopharm.

Sinovac dan Sinopharm menggunakan platform inactiveted virus (virus yang dimatikan) sedangkan Vaksin Merah Putih dikembangkan menggunakan platform protein rekombinan, DNA, dan RNA. 

Selain itu Vaksin Merah Putih dikembangkan menggunakan isolat virus yang bertransmisi di Indonesia, berbeda dengan Sinovac dan Sinopharm yang menggunakan isolat virus dari negara asalnya, China.

Lebih lanjut, Indonesia menempuh kebijakan double track dalam penanganan pandemi Covid-19 ini khususnya dalam pengembangan vaksin. 

Penggunaan vaksin-vaksin yang dikembangkan di luar negeri merupakan upaya jangka pendek yang dapat segera dilakukan pemerintah. Belum diketahui secara tepat seberapa lama daya tahan vaksin mampu bertahan dalam tubuh, WHO hanya memperkirakan vaksin Covid-19 ini bertahan selama 6 bulan hingga 2 tahun saja. 

Vaksin Merah Putih dikembangkan sebagai upaya jangka menengah-panjang dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan vaksin Indonesia di kemudian hari.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia