Advertisement
Abdul Mu'ti: Ambulans yang Diamankan saat Demo UU Ciptaker Bukan Milik Muhammadiyah
Ilustrasi - Petugas menunjuk ambulans yang diduga disalahgunakan untuk membawa batu dalam kericuhan aksi 22 Mei. Ambulans tersebut menjadi alat bukti dan berada di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/5/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pengurus Pusat Muhammadiyah melalui Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu`ti, menegaskan bahwa kendaraan ambulans yang diamankan aparat kepolisian saat demonstrasi penolakan Omnibus Law Cipta Kerja bukan milik organisasi Islam itu.
Ia mengatakan bahwa ambulans yang ditembak dengan gas air mata bukan milik Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Advertisement
“Ambulans yang ditembak dengan gas air mata bukan milik MDMC dan rumah sakit Muhammadiyah. Ambulans tersebut milik atau dioperasikan oleh lembaga Tim Rescue ambulans Indonesia [TRAI],” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2020).
Saat demonstrasi Selasa (13/10/2020) mobil ambulans tersebut terekam berusaha kabur dari sejumlah aparat kepolsian. Dari sebuah video yang beredar di media sosial, kendaraan itu mundur beberapa meter kemudian menerobos hadangan aparat kepolisian.
Sejumlah aparat yang melihat situasi itu seketika menembak gas air mata ke arah mobil. Beberapa aparat pengendara motor juga mengejar mobil tersebut. Setelahnya, mereka diamankan di Polda Metro Jaya.
Abdul Mu`ti menyebutkan bahwa mereka yang ditangkap bertindak sebagai pribadi dan tidak ada hubungan dengan kebijakan PP Muhammadiyah.
“Setelah dilakukan komunikasi yang baik dengan jajaran kepolisian mereka sudah diperbolehkan pulang dan dijemput oleh keluarga masing-masing,” ujarnya.
Ormas Islam itu menyayangkan insiden pemukulan terhadap relawan MDMC. Muhammadiyah meminta Kapolri dan Kompolnas memeriksa oknum polisi yang melakukan pemukulan kepada relawan medis itu.
Bila terbukti bersalah melanggar prosedur dan peraturan, Muhammadiyah meminta agar mereka ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
“Muhammadiyah juga menghimbau kepada masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah, agar tidak terprovokasi oleh berita yang tidak jelas sumbernya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.”
Abdul Mu`ti menambahkan pihaknya meminta semua pihak menjaga ketenangan dan menciptakan situasi yang kondusif, rukun, guyub untuk kepentingan bangsa dan negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Lonjakan Arus Balik, Akses ke GT Purwomartani Dipadati Kendaraan
- Arus Balik di Pati Terkendali, Polisi Intensif Patroli
- Klaim-klaim AS Soal Iran Disebut Hoaks, Hanya untuk Tenangkan Pasar
- Polisi Pastikan Kasus Wanita Lompat di Mal Medan Selesai
- Hari Kedua Arus Balik, Tol Jogja Solo GT Purwomartani Padat Sejak Pagi
- Kasus Kuota Haji, KPK Pastikan Yaqut Masih Dirawat
- Kerja Sama Nuklir, Rusia Bangun PLTN di Vietnam
Advertisement
Advertisement








